Rabu, 04 November 2026
05:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Neontologi

Bagikan:

Neontologi adalah bagian dari biologi yang, berlawanan dengan paleontologi, mempelajari dan menangani organisme yang masih hidup (atau, secara lebih umum, organisme masa kini). Bidang ini mengkaji tentang taksa ekstan: taksa (seperti spesies, genera, dan famili) yang anggotanya masih hidup, alih-alih yang telah punah. Sebagai contoh:

  • Gajah india (Elephas maximus) adalah spesies yang masih hidup (ekstan), dan mamut berbulu (Mammuthus primigenius) adalah spesies yang telah punah.
  • Rusa besar (Alces alces) adalah spesies yang masih hidup, dan rusa irlandia (Megaloceros giganteus) adalah spesies yang telah punah.
  • Dalam kelompok moluska yang dikenal sebagai sefalopoda, hingga1987[update] terdapat sekitar 600 spesies yang masih hidup dan 7.500 spesies yang telah punah.[1]

Sebuah takson dapat diklasifikasikan punah jika disepakati secara luas atau dipastikan bahwa tidak ada anggota kelompok tersebut yang masih hidup. Sebaliknya, takson yang telah punah dapat diklasifikasikan ulang sebagai ekstan (masih hidup) jika terdapat penemuan baru spesies yang masih hidup ("spesies Lazarus"), atau jika spesies yang sebelumnya diketahui masih hidup diklasifikasikan ulang sebagai anggota takson tersebut.

Sebagian besar ahli biologi, ahli zoologi, dan ahli botani pada praktiknya adalah neontolog, dan istilah neontolog sebagian besar digunakan oleh para paleontolog untuk merujuk pada non-paleontolog. Stephen Jay Gould berkata mengenai neontologi:

Semua profesi mempertahankan sifat parokial mereka, dan saya percaya bahwa pembaca non-paleontolog akan memaafkan manifestasi utama kami akan hal itu. Kami adalah paleontolog, jadi kami membutuhkan nama untuk membedakan diri kami dengan Anda semua yang mempelajari organisme modern dalam waktu manusia atau ekologis. Karena itu Anda menjadi neontolog. Kami menyadari sifat yang tidak seimbang dan parokial dari pembagian dikotomis ini.[2]

Biologi evolusioner neontologis memiliki perspektif waktu antara 100 hingga 1000 tahun. Dasar fundamental neontologi bergantung pada model seleksi alam serta spesiasi. Metode neontologi, jika dibandingkan dengan paleontologi evolusioner, memiliki penekanan yang lebih besar pada eksperimen. Terdapat diskontinuitas yang lebih sering muncul dalam paleontologi dibandingkan dalam neontologi, karena paleontologi melibatkan taksa yang telah punah. Neontologi memiliki organisme yang benar-benar hadir dan tersedia untuk diambil sampelnya dan diteliti.[1] Metode penelitian neontologi menggunakan kladistika untuk memeriksa morfologi dan genetika. Data neontologi lebih menekankan pada data genetik dan struktur populasi dibandingkan dengan paleontologi.[2]

Referensi

  1. 1 2 Ayala, Francisco J.; Avise, John C. (2014-03-15). Essential readings in evolutionary biology. Ayala, Francisco José, 1934-, Avise, John C. Baltimore. ISBN 978-1-4214-1305-1. OCLC 854285705.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. 1 2 Shennan, Stephan (2009). Pattern and Process in Cultural Evolution. University of California Press. hlm. 115. ISBN 978-0-520-25599-9.
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan