Kamis, 05 November 2026
01:27 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Takhta Kuno Aarhus

Takhta Kuno Aarhus

wilayah administratif gereja di Denmark

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang Keuskupan Katolik. Untuk Keuskupan Lutheran, lihat Keuskupan Aarhus.
Keuskupan Aarhus

Dioecesis Arusiensis

Aarhus Stift (Denmark)
Katolik
250px-Aarhus_domkirke_tower.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Katedral Aarhus, bekas tahta Keuskupan Katolik Aarhus
Lokasi
Negara Denmark
Keuskupan Agung Lund
Informasi
DenominasiKatolik Roma
Gereja sui iuris
Gereja Latin
RitusRitus Roma
Pendirian948 (didirikan)
1060 (didirikan kembali)
Pembubaran1536
KatedralKatedral St. Klemens, Aarhus
BahasaBahasa Latin Gerejawi

Takhta Kuno Aarhus atau biasa juga disebut Keuskupan Aarhus (bahasa Latin:Dioecesis Arusiensis, bahasa Denmark:Aarhus Stift) adalah bekas keuskupan Gereja Katolik di Denmark pada masa pra-reformasi.

Kronologi

Sejarah

Keuskupan Aarhus dimulai pada tahun 948 ketika Adam dari Bremen mencatat bahwa Reginbrand, Uskup Aarhus, menghadiri Sinode Ingelheim di Jerman. Tidak diketahui apakah Keuskupan Aarhus didirikan lebih awal dari tahun 948 dan sejauh mana perkembangan Keuskupan Aarhus. Kekristenan masih berada pada posisi yang tidak pasti Denmark pada masa tersebut dan kemungkinan Keuskupan Aarhus didirikan sebagai bagian dari tujuan misionaris dan ditunjukkan kepada Paus bahwa Uskup Agung Bremen telah berhasil mengkristenkan penduduk Skandinavia. Pada tahun 988, Reginbrand wafat dan Keuskupan Aarhus dibubarkan ketika seluruh keuskupan di Jutlandia digabungkan dengan Viborg dan Ribe sebagai pusatnya. Keuskupan Aarhus, yang kemudian menjadi keuskupan suffragan dari Hamburg-Bremen, didirikan kembali pada tahun 1060 dan Christiern ditahbiskan oleh Adalbert I, Uskup Agung Hamburg. Pada tahun 1104, Keuskupan Aarhus menjadi keuskupan suffragan dari Keuskupan Agung Lund yang baru ditingkatkan pada masa tersebut.[1]

Reformasi Protestan

Pada tahun 1537, Denmark dan Norwegia mengalami Reformasi Protestan sehingga para uskup Katolik ditangkap dan digantikan oleh para imam Lutheran. Di Aarhus, Mads Lang ditunjuk menjadi uskup pada tahun 1537. Secara resmi, suksesi para uskup tetap berlanjut dari tahta keuskupan katolik yang asli. Uskup Katolik yang terakhir, Ove Bille, menolak Reformasi Protestan di Denmark yang didukung oleh Poul Helgesen, kepala biara Karmelit di Helsingør. Ove Bille kemudian dipenjara pada tahun 1536.[1]

Daftar uskup

Untuk Uskup Aarhus sesudah Reformasi Protestan, lihat Keuskupan Aarhus § Daftar uskup.

Referensi

  1. 1 2 "Bisperækken i Aarhus Stift". aarhusstift.dk (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 2019-06-16.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan