Minggu, 04 Oktober 2026
01:01 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Ta Keo

Ta Keo

biara di Kamboja

Bagikan:
Ta Keo
330px-Ta_Keo_3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Candi Ta Keo
Ta Keo di Kamboja
Ta Keo
Lokasi di Kamboja
Agama
AfiliasiHinduisme
Lokasi
Lokasiantara Gerbang Kemenangan dan Angkor Thom dengan Baray Timur
NegaraKamboja
Koordinat13°26′41″N 103°52′55″E / 13.4447°N 103.882°E / 13.4447; 103.882
Arsitektur
TipeGaya Khleang
Dibuat olehJayawarman V

Ta Keo (bahasa Khmer:ប្រាសាទតាកែវ) adalah candi berbentuk gunung di kota kuno Angkor, Kamboja. Mungkin candi ini adalah candi pertama di Kerajaan Khmer yang dibangun seluruhnya dari bahan batu pasir.

Situs

Ta Keo adalah candi kerajaan pada masa pemerintahan raja Jayawarman V, putra Rajendrawarman, yang membangun candit Pre Rup. Seperti Pre Rup, candi ini memiliki lima menara tempat suci disusun dengan satu menara dikelilingi empat menara lainnya dalam susunan kwinkunks di pelataran puncaknya. Struktur candi ini berupa piramida bertingkat dengan lima undakan dengan teras-teras yang bersusun dan dikelilingi parit. Struktur seperti ini secara simbolis melambangkan Gunung Meru, tempat bersemayamnya para dewa. Bangunan ini terkesan masif dan besar karena dinding luarnya banyak yang dibiarkan polos, tampaknya ketika kerja pengukiran dimulai, proyek pembangunan candi ini malah dihentikan,[1] meskipun demikian candi ini menampilkan keterampilan luarbiasa dalam menerapkan efek perspektif. Candi ini disebut sebagai candi bergaya Khleang.

330px-Ta_Keo_1.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Denah Ta Keo

Sumbu utama candi ini adalah poros Timur-Barat dan sebuah jalan sepanjang 500 meter menghubungkan gerbang timur candi dengan pelabuhan di tepi Baray Timur, yang sangat terkait dengan cfandi Ta Keo.[2] Tparit keliling kini sudah kering dan tidak ada, aslinya berukuran 255 m by 195 m.

Teras pertama berukuran 122 m kali 106 m, dindingnya terbuat dari batu pasir yang membungkus dasar batu laterit. Di sepanjang sisi timur terdapat dua galeri, atapnya mungkin terbuat dari kerangka kayu dan genteng tanah liat.[3] Galeri ini diterangi oleh jendela pagar langkan.

Teras kedua berukuran 5.5 m lebih tinggi. Masing-masing dua teras pertama memiliki pintu gapura pada keempat sisi mata angin. masing-masing gapura memiliki tiga lawang pintu terpisah dengan menara yang makin keatas makin mengecil.

Sebuah galeri yang bersambungan (lebar 1.4 m) membentuk linkungan dalam teras kedua. Galeri ini memiliki jendela-jendela yang hanya membuka ke bagian dalam dan berukuran 80 m kali 75 m. Hal yang menarik adalah galeri ini tidak berpintu, dan tampaknya benar-benar bersifat dekoratif, dan adalah contoh awal galeri dalam arsitektur Khmer (bersama dengan Phimeanakas). Sebelum Ta Keo (misalnya Pre Rup) terdapat bangunan panjang yang tidak bersambungan, mengikuti sisi pagar keliling.[4] Akan tetapi galeri ini tidak memiliki kerangka atap dari batu, kemungkinan struktur atap ini memiliki kerangka kayu dengan kepingan genteng tanah liat.

Di sepanjang sisi timur teras kedua di pojok terdapat dua bangunan yang merupakan versi pendek dari galeri panjang di teras pertama. Lebih ke tengah poros[5] terdapat dua bangunan pewrpustakaan dari batu pasir yang memiliki pintu bukaan ke arah barat, dengan jendela palsu di bagian lantai atasnya.

Piramida terakhir menjulang setinggi 14 m dengan tiga undakan sempit dari teras kedua. Dasarnya bujur sangkar berukuran sisi 60 m, pada puncaknya berukuran bujur sangkar bersisi 47 m dan terletak setinggi 21.5 m di atas permukaan tanah. Empat tangga di keempat sisi mata angin sangat curam. Di kaki tangga timur terdapat arca lembu Nandi, yang memastikan bahwa candi Ta Keo ini adalah candi beraliran Siwa. Dinding yang polos menjadikan piramida utama ini terlihat masif dan besar, akan tetapi di sisi timur masih terlihat sisa-sisa ukiran sulur tumbuhan yang sudah rusak.[6]

Empat menara pojok berdiri di atas landasan berukuran tinggi 0.8 m dan terbuka ke arah keempat arah mata angin dengan vestibul yang menonjol. Menara tengah sebagai menara utama berdiri di atas landasan dasar setinggi 4 meter, dengan vestibul ganda. Fragmen lingga dan beberapa arca ditemukan di ruangan utama (lebar sekitar 4 meter) dan di sekitar menara. Menara utama berukuran tinggi 45 meter.[7]

Sejarah

250px-Sculpture_-_Ta_Keo_-_Angkor_-_Cambodia.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail arca di Ta Keo.
250px-Ta_Keo_2.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta

Jayawarman V masih berusia sepuluh tahun ketika ia menggantikan ayahnya, Rajendrawarman, pada tahun 968. Pada masa awal kehidupannya, pemerintahannya cukup bermasalah karena para pejabat kerajaan menguasai politik istana. Ketikaia berusia tujuh belas tahun (pada 975), ia mulai membangun candi kerajaan, yang kini disebut sebagai Ta Keo, yang kemudian rampung pada sekitar tahun 1000. Dalam prasasti kemudian, candi ini disebut Hemagiri atau Hemasringagiri ("gunung dengan puncak emas").[8] Candi ini tidak pernah sepenuhnya dirampungkan. Yogiswarapandita, seorang pendeta Hindu tertinggi yang menjadi menteri pada pemerintahan Suryawarman I "menerima" candi ini dari sang raja, menurut prasasti halilintar menyambar puncak bangunan yang belum tampung ini, dan dianggap sebagai pertanda buruk, maka bangunan ini tidak diselesaikan. Mungkin pembangunan candi ini dihentikan karena kematian Jayawarman V, dan terdapat perebutan suksesi kekuasaan sepeninggal sang raja. Sebenarnya candi ini masih berfungsi sebagai pusat pemujaan hingga abad ke-13,[9] bahkan Yogiswarapandita dipuja dalam bangunan suci di tingkat pertama bangunan ini.

Sebuah nama yang terkait dengan Hemasringagiri adalah Jayendranagari (dalam bahasa sanskerta bermakna "ibu kota raja yang jaya"), istana kerajaan atau mungkin ibu kota baru Jayavarman V.[10] Akan tetapi sisa kompleks bangunan ini sangat sedikit. Kini hanya menara barat daya yang tersisa, dengan gaya bangunan mirip menara sudut Ta Keo, dengan pintu tunggal ke arah selatan yang tidak lazim.[7]

Galeri

  • Eksterior Ta Keo
    Eksterior Ta Keo
  • Ta Keo
    Ta Keo
  • Gerbang selatan
    Gerbang selatan
  • Bagian dalam
    Bagian dalam
  • Sisi timur
    Sisi timur

Catatan kaki

  1. ↑ Freeman, Jacques, 2006, p.133
  2. ↑ Dumarçay at al., 2001, pp.67
  3. ↑ Glaize, 1993, p.136
  4. ↑ Freeman, Jacques, 2006, p.135
  5. ↑ sesungguhnya tidak ada poros simetri, karena metode konstruksi: lima menara berseger 45 cm dari poros utama Timur-Barat, lihat Dumarçay at al., 2001, pp.68-69
  6. ↑ Freeman, Jacques, 2006, p.134
  7. 1 2 Dumarçay at al., 2001, p.68
  8. ↑ Higham, 2003, p.79. Akan tetapi arkjeolog tahun 1950-an percaya bahwa yang dimaksud adalah Phimeanakas, sedangkan Ta keo adalah candi abad ke-11.Briggs, Lawrence Palmer (1952). "The genealogy and successors of Sivāchārya". BEFEO. 46: 177–185. doi:10.3406/befeo.1952.5161. ISSN 0336-1519. Diakses tanggal 2009-08-30.
  9. ↑ Dumarçay at al., 2001, p.70
  10. ↑ menurut Claude Jacques dalam Jacques, Claude (1978). "Études d'épigraphie cambodgienne". BEFEO (dalam bahasa French). 65: 281–332. doi:10.3406/befeo.1978.3909. ISSN 0336-1519. Diakses tanggal 2009-08-30.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Lihat juga

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ta Keo.
Situs-situs periode Angkor
Situs Angkor di Kamboja
Angkor
Angkor Thom
Roluos
Tempat lain
Situs Angkor di Thailand
Isan
Dataran tinggi Khorat
Dataran Tinggi Sakonnakhon
Tempat lain
Situs Angkor di Laos
Situs Angkor di Vietnam
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan