Minggu, 27 September 2026
06:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Preah Ko

Preah Ko

Candi di Angkor, Kamboja

Preah Ko
330px-Preah_Ko_2010.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiHinduisme
Lokasi
osm-intl,13,13.343888888889,103.97277777778,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Preah_Ko&revid=29869476&groups=_6b889b10865ff5e8f0102be0f66715281039d4c7&parser=parsoid
Peta interaktif Preah Ko
LokasiHariharalaya, Roluos
NegaraKamboja
Koordinat13°20′38″N 103°58′22″E / 13.34389°N 103.97278°E / 13.34389; 103.97278
Arsitektur
TipeKhmer
Dibuat olehIndrawarman I

Preah Ko (bahasa Khmer:ប្រាសាទព្រះគោ ) (Khmer, Sapi Suci) adalah candi pertama yang dibangun di kota kuno Hariharalaya (sekarang disebut Roluos), sekitar 15 kilometer sebelah tenggara kelompok utama candi di Angkor, Kamboja. Candi ini dibangun di bawah perintah Raja Khmer Indrawarman I pada 879 untuk memuliakan anggota keluarga raja, yang dikaitkan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa dalam ajaran Hindu.[1]

Etimologi

Preah Ko (Sapi suci) dinamai berdasarkan tiga patung sapi dari bahan batu pasir yang terletak di depan dan menghadap menara prasada bagian tengah candi.[2] Patung-patung ini menggambarkan lembu Nandi, sapi putih yang bertugas sebagai wahana atau kendaraan Dewa Siwa.[3]: 60–61 

Sejarah

250px-Preah_K%C3%B43.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Preah Ko dikenal karena keindahan dan kerumitan ukirannya. Desain pada ambang ini termasuk prajurit yang menunggangi nāga berkepala tiga, penunggang kuda, dan dewa yang duduk di atas kepala kala.

Setelah raja Khmer, Jayawarman II mendirikan kerajaan Khmer pada tahun 802 M, ia akhirnya mendirikan ibu kotanya di Hariharalaya, tempat ia bertahta sampaai akhir hayatnya.[4]: 102–103  Indrawarman I adalah keponakan Jayawarman II . Ketika dia naik ke tahta, dia memerintahkan pembangunan candi pertama dalam kelompok Preah Ko, yang diresmikan pada 879, dan kemudian candi gunung yang dikenal sebagai Bakong. Sangat mungkin bahwa program pembangunan ini dimungkinkan karena masa pemerintahan raja berlangsung secara damai, dan kemampuan sang raja untuk membangun perekonomian kerajaaan. Pada awal 1990-an menara candi utama dipugar, proyek ini disponsori oleh pemerintah Jerman.[5]

Situs

Preah Ko terdiri dari enam prasada atau menara candi dari bahan bata merah yang disusun dalam dua baris tiga menara yang masing-masing dibangun di atas pelataran berbahan batu pasir. Menara-menara candi ini menghadap ke timur, dan menara tengah di depan adalah menara candi yang tertinggi. Tempat-tempat suci ini dipersembahkan untuk tiga leluhur Indrawarman dan istri masing-masing. Menara tengah depan dipersembahkan untuk memuliakan Jayawarman II, pendiri kemaharajaan Khmer.[1] Menara di sebelah kiri didedikasikan untuk Prithiwindreshwara, ayah Raja Indrawarman; menara di sebelah kanan untuk Rudreshwara, kakeknya. Tiga menara belakang didedikasikan untuk istri dari ketiga pria ini.[6] Pada semua candi utama terdapat relief dewa Hindu Siwa.[7]: 354–356 

Lihat juga

Catatan kaki

  1. 1 2 art-and-archaeology.com
  2. ↑ Canby Publications
  3. ↑ Higham, C., 2001, The Civilization of Angkor, London: Weidenfeld & Nicolson,
  4. ↑ Coedès, George (1968). Walter F. Vella (ed.). The Indianized States of Southeast Asia. trans.Susan Brown Cowing. University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-0368-1.
  5. ↑ "autoriteapsara.org". Diakses tanggal 2019-08-12.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  6. ↑ Ohio State University Error in webarchive template: Check |url= value. Empty.
  7. ↑ Higham, C., 2014, Early Mainland Southeast Asia, Bangkok: River Books Co., Ltd., ISBN9786167339443

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan