Senin, 28 September 2026
23:34 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Sydney Push

Sydney Push

330px-R_George134.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gedung The Royal George pada bulan April 2004. Gedung ini berganti nama menjadi Slip Inn. Sydney Push bertemu di "ruang belakang", sedikit di atas lantai dasar di sebelah kiri.

Sydney Push adalah sebuah subkultur intelektual sayap kiri di Sydney sejak akhir 1940-an hingga awal '70-an. Rekanan Push yang terkenal adalah Jim Baker, John Flaus, Harry Hooton, Margaret Fink, Sasha Soldatow,[1] Lex Banning, Eva Cox, Richard Appleton, Paddy McGuinness, David Makinson, Germaine Greer, Clive James, Robert Hughes, Frank Moorhouse dan Lillian Roxon. Sejak 1961 hingga 1962, penyair Les Murray menetap di rumah Push milik Brian Jenkins[2] di Glen Street, Milsons Point, yang kemudian menjadi pusat bagi rekanan yang mengunjungi Sydney dari Melbourne dan kota lain.

Push beroperasi di sebuah pub dan terdiri dari berbagai pekerja manual, musisi, pengacara, kriminal, jurnalis dan pegawai negeri juga staf dan mahasiswa Sydney University—kebanyakan tetapi tidak secara eksklusif di Fakultas Seni. Penolakan moralitas konvensional dan otoritarianisme membentuk ikatan utama mereka. Mulai pertengahan 1960-an, orang-orang dari New South Wales University of Technology (kemudian bernama University of New South Wales) juga ikut terlibat.

Catatan kaki

  1. ↑ A 1970s associate, subject of David Marr's A spirit gone to another place SMH obituary, Sep 9 2006
  2. ↑ Alexander Peter F. Les Murray: a Life in Progress, Oxford University Press UK, 2000

Pranala luar


40px-Australia_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan