Sabtu, 07 November 2026
15:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Susu unta

Susu unta

Bagikan:
250px-Man_drinking_camel_milk_%286486240135%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang pria sedang meminum susu unta
250px-Camel_milking_in_Niger.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemerahan susu unta

Susu unta adalah susu yang dihasilkan dari unta. Susu unta telah menjadi budaya dan penunjang hidup Suku Badui nomaden di kawasan timur tengah sejak seribu tahun yang lalu. Susu unta merupakan makanan pokok Suku Badui.[1] Para penggembala unta dapat hidup dengan hanya meminum susu unta ketika menggembalakan unta dalam waktu dan jarak yang panjang untuk mencari lokasi penggembalaan di padang pasir.

Peternakan unta menjadi alternatif dalam menghasilkan susu di wilayah kering di mana ruminansia dan kuda yang membutuhkan banyak air tidak dapat hidup. Peternakan unta membudidayakan varietas unta yang sudah beradaptasi dengan baik di wilayah kering, yang dapat hidup dengan memakan tumbuhan bergaram di wilayah kering. Susu unta sebagian besar diproduksi secara subsisten, meski saat ini sudah berkembang peternakan susu dari unta yang dikembangkan secara jelajah bebas.[2]

Suku Badui percaya bahwa susu unta memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.[3]

Kandungan nutrisi

Susu unta memiliki kandungan vitamin, mineral, dan imunoglobin yang tinggi.[4] Namun seperti hewan penghasil susu lainnya, komposisi susu unta bergantung pada spesies unta dan makanannya. Unta baktrian menghasilkan susu yang memiliki lebih banyak kandungan lemaknya dibandingkan susu unta dromedari,[5] tetapi secara volume, unta dromedari menghasilkan susu lebih banyak.[3]

Susu unta memiliki kandungan laktosa 4.46 gram per 100 gram susu,[5] yang lebih rendah dibandingkan susu sapi yang memiliki 5.26 gram per 100 gram. Kandungan berbagai mineral seperti kalium, magnesium, besi, tembaga, mangan, natrium, dan seng lebih tinggi pada susu unta dibandingkan pada susu sapi.[6] Kandungan lemak dan proteinnya juga lebih tinggi dibandingkan susu sapi.[3]

Hasil dan pengolahan

Unta Pakistan dan Afganistan mampu menghasilkan susu hingga 30 liter per hari. Unta dromedari rata-rata menghasilkan susu sebanyak 20 liter per hari, dan unta baktrian menghasilkan 5 liter per hari.[3]

Susu unta lebih sulit untuk dijadikan keju jika dibandingkan dengan susu dari hewan lain.[7] Susu unta tidak berkoagulasi dengan mudah dan rennet biasa tidak mampu mengkoagulasikan secara efektif. Pada komunitas nomaden, keju dihasilkan dengan fermentasi secara spontan dengan bakteri asam laktat untuk mendapatkan curd. Suku Rashaida di Sudan menggunakan metode ini untuk menyimpan kelebihan produksi susu; curd kering yang akan dikonsumsi dihancurkan dan dicampur dengan air.

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Camel milk.

Referensi

  1. ↑ "Camel Safari". bedouinguides.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-19. Diakses tanggal 19 Oktober 2013.
  2. ↑ "Six "Green" Reasons To Drink Camel's Milk". greenprophet.com. Diakses tanggal 19 Oktober 2013.
  3. 1 2 3 4 "Bactrian & Dromedary Camels". Factsheets. San Diego Zoo Global Library. Maret 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-22. Diakses tanggal 4 Desember 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Farah, Z; Rettenmaier, R; Atkins, D (1992). "Vitamin content of camel milk". International journal for vitamin and nutrition research. Internationale Zeitschrift fur Vitamin- und Ernahrungsforschung. Journal international de vitaminologie et de nutrition. 62 (1): 30–3. PMID 1587705.
  5. 1 2 Konuspayeva, G.; Faye, B.; Loiseau, G. (2008). "The composition of camel milk: A meta-analysis of the literature data". Journal of Food Composition and Analysis. 22. Elsevier: 95–101.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  6. ↑ "The amazing characteristics of the camels". Camello Safari. Diakses tanggal 26 November 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Ramet, J. P. (2011). "Methods of processing camel milk into cheese". The technology of making cheese from camel milk (Camelus dromedarius). FAO ANIMAL PRODUCTION AND HEALTH PAPER. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 92-5-103154-1. ISSN 0254-6019. OCLC 476039542. Diakses tanggal 6 Desember 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan