Sabtu, 17 Oktober 2026
23:31 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sushruta Samhita

Sushruta Samhita

Bagikan:
250px-The_Susruta-Samhita_or_Sahottara-Tantra_%28A_Treatise_on_Ayurvedic_Medicine%29_LACMA_M.87.271a-g_%281_of_8%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lembar-lembaran daun palem berisi tentang Sushruta Samhita atau Sahottara-Tantra dari Nepal, yang disimpan di Los Angeles County Museum of Art. Teks tersebut berasal dari antara abad ke-12 dan ke-13 sementara penggambarannya tertanggal abad ke-18 dan ke-19.

Sushruta Samhita (सुश्रुतसंहिता, IAST: Suśrutasaṃhitā, artinya "Ringkasan Suśruta") adalah sebuah teks Sanskerta kuno tentang pengobatan dan pembedahan, dan salah satu risalah paling penting tentang tema tersebut yang masih ada dari zaman kuno. Ringkasan Suśruta adalah salah satu teks fundasional Ayurweda (pengobatan tradisional India), bersama dengan Charaka-Saṃhitā, Bheḷa-Saṃhitā, dan sebagian isi tentang pengobatan dari Manuskrip Bower.[1][2] Karya tersebut adalah salah satu dari dua teks Hindu fundasional tentang profesi pengobatan yang masih ada dari India kuno.[3][4]

Catatan

Referensi

  1. ↑ Meulenbeld 1999, hlm. 203–389 (Volume IA).
  2. ↑ Rây 1980.
  3. ↑ E. Schultheisz (1981), History of Physiology, Pergamon Press, ISBN978-0080273426, page 60-61, Quote: "(...) the Charaka Samhita and the Susruta Samhita, both being recensions of two ancient traditions of the Hindu medicine".
  4. ↑ Wendy Doniger (2014), On Hinduism, Oxford University Press, ISBN978-0199360079, page 79;
    Sarah Boslaugh (2007), Encyclopedia of Epidemiology, Volume 1, SAGE Publications, ISBN978-1412928168, page 547, Quote: "The Hindu text known as Sushruta Samhita is possibly the earliest effort to classify diseases and injuries"

Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan