Selasa, 03 November 2026
06:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Sunan Kalijaga

Penyebar agama Islam di Indonesia (1450-1513)

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Sunan Kalijaga" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Februari 2026)
Raden Syahid
GelarSyekh, sunan, wali, ulama, guru, Priyo
Nasabbin Ahmad Sahur
Lahir1450
Tuban, Majapahit
Meninggal1513 (umur 62–63)
Kadilangu, Demak
Dimakamkan diKadilangu, Demak
Nama lainBrandal Lokajaya Syekh Malaya
KebangsaanKerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Pajang
ZamanMajapahit, Demak
Pekerjaan
  • Penasihat Majapahit, Demak, Pajang,
  • Dewan Walisongo
DenominasiSunni
Murid dariSunan Bonang, Syekh Siti Jenar, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gunung Jati, Dang Hyang Nirartha dan guru-gurunya Sunan Kalijaga
Mempengaruhi
  • Sunan Bayat, Sunan Geseng, Sultan Hadiwijaya, Sunan Muria, Syekh Jangkung, dan murid-muridnya
Istri
  • Syarifah Zainab, Syarifah Arofa Retno Dumilah
Keturunan4
Orang tuaRaden Ahmad Sahur (ayah)
Dewi Nawang Arum (ibu)

Sunan Kalijaga atau Raden Mas Said/Syahid adalah seorang ulama terkenal dan penasehat pemerintahan di era Majapahit pada masa prabu Kertabhumi, Demak, Pajang. Ia juga termasuk dalam anggota Walisongo. Sunan Kalijogo beserta keluarga dianggap sakti dan makam sang wali beserta Masjid Agung Demak dipandang oleh para raja Jawa sebagai dua pusaka Jawa terpenting, penyelamat keutuhan pulau. Beliau juga dianggap sebagai pelindung kerohanian dan penasehat raja-raja Mataram. Keturunan jauh wali tersebut, Pangeran Serang II dan ibunya, sangat dihormati pengikut Diponegoro sebagai orang-orang yang memiliki kasekten.[1]

Selain sebagai ulama ia juga menjadi seniman, dan arsitek yang ulung. Salah satu media dakwahnya yang dikenal luas hingga sekarang melalui pentas adalah wayang kulit.

Kesenian wayang kulit yang awalnya berisi kisah-kisah Hindu, diganti oleh Sunan Kalijaga menjadi kisah-kisah yang berisi ajaran Islam. Contohnya yaitu Wayang sadat, dan Jamus Kalimasada, sebagaimana yang dijelaskan oleh Siti Wahidoh dalam Buku Intisari Sejarah Kebudayaan Islam.

Riwayat

Menjadi Murid Sunan Bonang

Menurut cerita, Sebelum menjadi Walisongo, Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi di kerajaannya, merampok orang-orang yang kaya. Hasil curiannya, dan rampokannya itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin.

Suatu hari, saat Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat, ternyata orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu jika dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasehati Raden Said bahwa Allah S.W.T tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukan pohon aren emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang.

Karena itu, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang. Raden Said lalu menyusul Sunan Bonang ke sungai. Raden Said berkata bahwa ingin menjadi muridnya. Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan ke tepi sungai. Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang. Raden Said lalu melaksanakan perintah tersebut. Karena itu, ia menjadi tertidur dalam waktu lama. Karena lamanya ia tertidur, tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya.

Tiga tahun kemudian, Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said. Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, maka Raden Said diganti namanya menjadi Kalijaga. Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Penerus Dakwah

Setelah Sunan Kalijaga Wafat, Perjuangan dakwah dilanjutkan oleh putranya sendiri yakni Sunan Hadi sebagai pemimpin kadilangu, pada tahun 1601 masehi gelar berubah menjadi Panembahan Hadi, (karena gelar Sunan digunakan Sunan Hanyokrowati sebagai Raja Mataram) sampai dengan keturunan sekarang trah Panembahan widjil di kadilangu Demak.

Keluarga

Panembahan Hadi

Raden Abdurrahman

Ratu Retno Ayu Pembayun

Ratu Retno Penenggak

Raden Umar Sa'id (Sunan Muria)

Pemakaman

Sunan Kalijaga diperkirakan meninggal pada tanggal 12 Muharram 1513 saka (sekitar 17 Oktober 1592 M).

Sunan Kalijaga dimakamkan di Daerah Kadilangu, Kabupaten Demak. Makam ini hingga sekarang, ramai diziarahi orang-orang dari seluruh indonesia.

Haul Sunan Kalijaga diperingati setiap tanggal 10 Muharram oleh masyarakat di Kadilangu, Demak.

Warisan Budaya

Berikut adalah daftar warisan budaya dari Sunan Kalijaga, yaitu :

  • Ia menggunakan seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah. Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.
  • Dialah Penggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Ratu").
  • Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.
  • Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

Pusat Inspirasi

Kisah perjalanan hidup Sunan Kalijaga juga sudah dibuatkan Film, diantaranya :

Referensi

  • Soekirno, Ade (1994). Sunan Kalijaga: asal-usul mesjid agung demak: cerita rakyat Jawa Tengah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. ISBN 9795534629.
  • Nasuhi, Hamid (2017). "Shakhṣīyat Sunan Kalijaga fī taqālīd Mataram al-Islāmīyah". Studia Islamika. Vol. 24 no. 1. Republic of Indonesia: Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. ISSN 2355-6145.
  • Chodjim, Achmad (2013). Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. ISBN 9789790242920.
  • Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia since c.1300, 2nd Edition. London: MacMillan. p. 10. ISBN 0-333-57689-6.
  • Sunyoto, Agus (2014). Atlas Wali Songo: Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah. 6th edition. Depok: Pustaka IIMaN. ISBN 978-602-8648-09-7
  1. ↑ Carey, Peter; Houben, Vincent (Maret 2026). Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 9786026208163.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan