Sabtu, 10 Oktober 2026
21:49 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Kertabhumi

Kertabhumi

Raja Majapahit

Bagikan:
Bhre Kertabhumi
250px-Bhre_Kertabhumi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maharaja Majapahit ke 11
Berkuasa1468-1474
PendahuluSuraprabhawa
PenerusDyah Ranawijaya
Meninggal1478
AyahRajasawardhana
IbuManggalawardhani Bhre Tanjungpura
Pasangan
Keturunan
Pernikahan dengan Dewi Dwarawati Sepuh :
Pernikahan dengan Dewi Kian / Dwarawati Muda :
Pernikahan dengan Dewi Wandan Kuning :
Pernikahan dengan Istri Selir :
  • *Jaya Panolih (Adipati Sumenep)
  • *Arya Pamadegan/Joko Peteng( Adipati Sampang )
  • *Joko Piturun, (Adipati Ponorogo)
  • *Joko Dolog,
  • *R. Sujalma, Adipati Blambangan
  • *Joko Dandun,
  • *Joko Kretek, (Adipati Makassar)
  • *Joko Krewet, (Adipati Borneo)
  • *Dewi Agur,
  • *Bondan Surati,(Adipati Gunungkidul)
  • *Joko Sujono /Panembahan Jano (Adipati Palembang)
  • *Harya Dewa Ketut (Adipati Bali)
  • * Panji Suranata (Adipati Negara Daha/Banjar)
WangsaRajasa
120px-Surya_Majapahit_Gold.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kertarajasa Jayawardhana (Raden Wijaya)

Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara (Jayanagara)

Sri Tribhuwana Wijayatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani (Tribhuwana Wijayatunggadewi)

Sri Maharaja Rajasanagara (Hayam Wuruk)

Bhra Hyang Wisesa Aji Wikramawardhana (Wikramawardhana)

Bhra Hyang Parameswara Ratnapangkaja (Suhita)

Brawijaya I (Kertawijaya)

Brawijaya II (Rajasawardhana)

Brawijaya III (Girishawardhana)

Brawijaya IV (Suraprabhawa)

Brawijaya V (Bhre Kertabhumi / Angkawijaya)

Bhre Kertabhumi adalah bangsawan Majapahit yang berasal dari Wangsa Rajasa terakhir yang memerintah di Mojokerto, sebelum pusat kekuasaan dipindah Ke Kediri oleh Dyah Ranawijaya. Dia merupakan putra bungsu Rajasawardhana (Raja Majapahit ke-8). Namanya dikenal melalui Kronik Sam Poo Kong ,Prasasti Jiyu, Serat Pararaton, Kakawin Banawa Sekar, Suma Oriental, Babad Tanah Jawi, Serat Kanda ,Vedha Badrasanti[1]dan Serat Pranitiradya. Prabu Kertabumi memiliki nama Julukan Raden Alit Raden Angkawijaya,Raden Anggawijaya/Raden Kerto wijoyo II,Prabu Brawijaya .

Bhre Kertabhumi dikenal sebagai bangsawan Majapahit setelah mengalahkan pamannya Suraprabhawa (Raja Majapahit ke-10), beserta 3 saudara lainnya.Prabu Kertabhumi merupakan anggota dari Dinasti Rajasa (Dinasti Rajasa adalah dinasti keturunan Ken Arok).Runtuhnya Kekuasaan Prabu Kerta bhumi tercatat dalam kidung Vedha Badrasanti.[2]

Merebut Takhta Majapahit

Menurut Pararaton, pada tahun 1468, Bhre Kertabhumi melakukan pemberontakan terhadap pamannya yang bernama Suraprabhawa (Singhawikramawardhana), adik Rajasawardhana, karena ia adalah putra bungsu Rajasawardhana, yang merasa lebih berhak atas takhta Majapahit dibanding pamannya itu. Pemerintahan Suraprabhawa berakhir tahun 1468 dan digantikan oleh keponakannya, yaitu Bhre Kertabhumi putra Rajasawardhana. Suraprabhawa beserta keluarganya kemudian melarikan diri ke daerah Keling, Daha. Pararaton tidak menyebut kalau Bhre Kertabhumi adalah raja yang menggantikan Suraprabhawa.Namun Di Kidung Vedha Badrasanti [2] tercatat Prabu Kertabhumi digulingkan oleh Adipati Kediri yang Bernama Raja Giri endra Wardhana .

Diserang Oleh Girindrawardhana Ranawijaya

Pada Tahun 1478 Masehi, Terjadi pemberontakan Dyah Ranawijaya yaitu Adipati Daha kediri (Putra bungsu Singawikramawardhana) yang bertujuan untuk merebut dan memindah kekuasaan Majapahit ke Dahanapura / Kediri.Huru Hara yang terjadi di Kota Majapahit menyebabkan Kerusakan besar pada keraton. Bhre Kertabumi menyelamatkan Diri dan Mencari dukungan ke nagari nagari bawahan dengan pernikahan politis.Kekalahan Prabu Kertabumi tercatat pada Kidung Vedha Badrasanti.[2] Diketahui Bahwa Raja Brawijaya menyamar sebagai pendeta Buddha berdasarkan Kitab Veda Badrasanti.[2]

[3]Referensi

  1. ↑ "BADRA SANTI & CARITA (SEJARAH) LASEM.pdf". Google Docs. Diakses tanggal 2026-05-29.
  2. 1 2 3 4 "KKG: BADRA SANTI". KKG. Rabu, 30 Mei 2012. Diakses tanggal 2025-07-28.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "BADRA SANTI & CARITA (SEJARAH) LASEM.pdf". Google Docs. Diakses tanggal 2026-05-29.
  • Babad Majapahit dan Para Wali (Jilid 3). 1989. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah
  • Babad Tanah Jawi. 2007. (terj.). Yogyakarta: Narasi
  • H.J. de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
  • J.L.A. Brandes, 1897, Pararaton (Ken Arok) of het boek der Koningen van Tumapěl en van Majapahit. Uitgegeven en toegelicht. Batavia: Albrecht; 's Hage: Nijhoff. VBG 49.1.
  • Poesponegoro & Notosusanto (ed.). 1990. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II. Jakarta: Balai Pustaka.
  • Slamet Muljana. 2005. Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (terbitan ulang 1968). Yogyakarta: LKIS
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan