Minggu, 27 September 2026
16:40 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Sumiteru Taniguchi

Korban Selamat dari Bom Atom di Nagasaki, Jepang tahun 1945 yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat Masa Perang Dunia ke-2

Sumiteru Taniguchi
Lahir(1929-01-26)26 Januari 1929
Meninggal30 Agustus 2017(2017-08-30) (umur 88)
Nama lain谷口稜曄
Dikenal karenaKorban selamat dari bom atom dan aktivis senjata anti-nuklir

Sumiteru Taniguchi (谷口 稜曄, Taniguchi Sumiteru, 26 Januari 1929 – 30 Agustus 2017) adalah korban selamat dari bom atom di Nagasaki tahun 1945, seorang aktivis terkemuka untuk perjanjian yang melarang senjata nuklir, dan ketua Dewan Nagasaki dari Penderita A-Bomb.[1][2]

Bom atom Nagasaki

Pada awal 1943, Taniguchi mulai bekerja sebagai pengantar surat di kantor pos Nishiura-Kami di Nagasaki.[3] Pada pagi hari tanggal 9 Agustus 1945, Taniguchi yang berusia 16 tahun berada sekitar 1,8 km di utara dari hiposenter, sedang mengantar surat dengan sepedanya tanpa mengenakan baju karena cuaca musim panas yang hangat, ketika "Fat Man" meledak di langit di atas Urakami. Panas bom itu melukai Taniguchi dengan luka bakar seketika, tetapi ledakan yang datang sesudahnya tidak menyebabkan cedera parah padanya, karena ia menempel tengkurap di atas tanah ketika bangunan-bangunan di sekelilingnya hancur.[3][4] Luka bakar melelehkan kulit dari punggung dan lengan kirinya, tetapi Taniguchi menyatakan bahwa ia tidak berdarah atau merasakan rasa sakit karena ujung saraf sudah terbakar habis. Lelah dan bingung, dia berjalan ke terowongan Mitsubishi Sumiyoshi yang terletak sekitar 200 meter dari tempat dia berada pada saat ledakan,[5] dan bertemu dengan seorang wanita yang selamat yang kemudian membantu memotong bagian kulitnya yang longgar dan menggosokkan oli mesin pada lengannya yang rusak.[6]

Pemulihan

250px-Sumiteru_Taniguchi_back.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Taniguchi yang diambil oleh fotografer USMC Joe O'Donnell pada Januari 1946, telah ditampilkan dalam beberapa pameran dan saat ini disimpan di Museum Bom Atom Nagasaki. Kartu nama Taniguchi menampilkan foto ini dengan judul, "Saya ingin Anda mengerti, walaupun hanya sedikit, kengerian senjata nuklir."[7]

Ketika malam tiba Taniguchi dibawa ke sebuah bukit untuk beristirahat, ia dikelilingi oleh orang-orang yang bingung dan haus. Keesokan paginya semua orang kecuali Taniguchi sudah mati. Selama dua hari berikutnya tim penyelamat lewat tanpa menyadari keberadaannya, karena dia terlalu lemah untuk meminta bantuan.[3] Taniguchi akhirnya diselamatkan pada 11 Agustus dan dibawa ke klinik desa sekitar hampir 30 km dari Nagasaki. Pada pertengahan September ia dipindahkan ke klinik yang ada di sebuah sekolah dasar di Nagasaki untuk menerima perawatan medis pertama dari tim Rumah Sakit Universitas. Klinik itu tidak bersih dan perawatan awal terbukti tidak memadai karena luka-lukanya mengalami infeksi dan kondisinya memburuk.[6]

Pada bulan November Taniguchi dipindahkan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Omura, tempat ia menghabiskan 21 bulan berikutnya dengan berbaring tengkurap karena luka bakar yang parah di punggungnya. Selama waktu ini luka Taniguchi berkembang menjadi ulkus dekubitus yang parah di dadanya. Saat ia mengenang, "lubang-lubang terbuka di antara tulang rusuk saya dan gerakan hati saya serta organ-organ lainnya menjadi terlihat melalui kulit."[6] Pada Oktober 1945, fotografer Marinir AS Joe O'Donnell mengambil foto punggung Taniguchi ketika sedang merekam pasca pengeboman di 50 kota di Jepang; foto ini sekarang dipamerkan di museum sebagai penggambaran grafis dari luka-luka yang diderita oleh orang yang selamat dari pengeboman.[6]

Foto berwarna punggung merah Sumiteru Taniguchi adalah dari film yang diambil oleh (dikaitkan dengan) Letnan Herbert Sussan,[8] foto dari Sersan Joe O'Donnell adalah foto hitam putih dan tercantum dalam bukunya, "Japan 1945: A U.S. Marine's Photographs from Ground Zero".[6]

Pada Mei 1947, Taniguchi akhirnya bisa duduk, dan pada tanggal 20 Maret 1949, ia keluar dari rumah sakit Omura.[3] Luka-lukanya tidak dirawat dengan baik sampai tahun 1960 dan terus menyebabkannya ketidaknyamanan fisik yang hebat sampai kematiannya. Penyembuhan luka bakar yang tidak tepat dan sampai pada taraf tertentu efek stokastik yang tertunda dari paparan radiasi selama dan pasca pengeboman dapat bermanifestasi dalam pertumbuhan banyak tumor keloid yang terbakar.

Dari 2007 hingga kematiannya, Taniguchi telah menjalani sepuluh operasi untuk menghilangkan pertumbuhan tumor jinak. Taniguchi juga menjalani beberapa operasi cangkok kulit di punggung dan lengan kirinya.[9]

Aktivisme

Taniguchi mengabdikan hidupnya untuk memberi tahu orang-orang tentang konsekuensi dari bom atom 1945 dan kampanye menentang proliferasi nuklir.[3] Ia sering tampil di muka umum untuk berbicara dengan kelompok mahasiswa dan berpartisipasi dalam demonstrasi yang meminta perlucutan senjata nuklir.[10] Banyak wawancara Taniguchi yang menceritakan pengalamannya dan ditampilkan dalam film dokumenter 2007 karya Steven Okazaki berjudul White Light/Black Rain: The Destruction of Hiroshima and Nagasaki.[11]

Kematian

Taniguchi meninggal karena kanker papilla duodenum Diarsipkan 2019-08-07 di Wayback Machine. di Nagasaki pada 30 Agustus 2017 dalam usia 88.[12][13][14]

Referensi

  1. ↑ Rich, Motoko (13 Agustus 2017). "Sumiteru Taniguchi, 88, Who Survived Nagasaki to Become Activist, Dies". The New York Times. Diakses tanggal 23 Oktober 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Schudel, Matt (2 September 2017). "Japanese survivor of Nagasaki atomic attack bared his scars to plead against nuclear war". The Washington Post. Diakses tanggal 23 Oktober 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 "Interview with Sumiteru Taniguchi Japanese Citizen, Nagasaki". People's Century: Fallout. PBS. 15 Juni 1999. Diakses tanggal 13 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Sprangens, John Jr. (27 Agustus 1979). "'People were not like humans'". Corsicana (Texas) Daily Sun. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-08-12. Diakses tanggal 13 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ https://www.pbs.org/wgbh/peoplescentury/episodes/fallout/taniguchitranscript.html
  6. 1 2 3 4 5 "Bound by the bomb. 'I spurred myself to stay alive'". Tri-City Herald Archive. 6 Agustus 1995. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Oktober 2008. Diakses tanggal 13 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "6 months after the Nagasaki bomb". Mainichi Daily News. 3 November 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Maret 2016. Diakses tanggal 13 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Mitchell, Greg (5 Agustus 2011). "The Great Hiroshima Cover-Up—And the Greatest Movie Never Made". Uruk Net. Diakses tanggal 27 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Nagasaki atomic bomb survivor Sumiteru Taniguchi dies at 88". BBC News. 30 Agustus 2017. Diakses tanggal 30 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Atomic Bomb Survivor Dies After Life Fighting to Ban Nukes". Newser. 30 Agustus 2017. Diakses tanggal 30 Agustus 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "White Light, Black Rain: The Destruction of Hiroshima and Nagasaki – Subject Bios". HBO. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Mei 2009. Diakses tanggal 13 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "A-bomb survivor Sumiteru Taniguchi dies of cancer at 88". 30 Agustus 2017. Diakses tanggal 30 Agustus 2017 – via Mainichi Daily News.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Postman who survived Nagasaki bombing dies aged 88". 30 Agustus 2017. Diakses tanggal 30 Agustus 2017 – via The Guardian.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ washingtonpost.com: Japanese survivor of Nagasaki atomic attack bared his scars to plead against nuclear war
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan