Senin, 26 Oktober 2026
21:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sulaiman Binol

Sulaiman Binol

Bagikan:
Sulaiman Binol
250px-Sulaiman_Binol%2C_Volume_I_of_Pendidikan_Politik_Rakjat%2C_p83.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Binol, ca 1949
Menteri Sosial Indonesia Timur ke-4
Masa jabatan
12 Januari 1949 –14 Maret 1950
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana menteriIde Anak Agung Gde Agung
Jan Engelbert Tatengkeng
PendahuluSaverius Supit Pelenkahu
PenggantiDaniel Tahitoe
Menteri Kesehatan Indonesia Timur ke-4
Masa jabatan
26 Desember 1949 –14 Maret 1950
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana menteriJan Engelbert Tatengkeng
PendahuluJan Willem Grootings
PenggantiDaniel Tahitoe
Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia Timur ke-1
Masa jabatan
15 Desember 1947 –12 Januari 1949
PresidenTjokorda Gde Raka Soekawati
Perdana menteriIde Anak Agung Gde Agung
PendahuluTidak ada, jabatan baru
PenggantiTidak ada, jabatan dihapus
Informasi pribadi
Lahir(1911-08-12)12 Agustus 1911
Meninggal5 September 1993(1993-09-05) (umur 82)
PendidikanRechtshogeschool te Batavia

Sulaiman Binol (EVO: Soelaiman Binol; 12 Agustus 1911 – 5 September 1993) adalah seorang diplomat dan pengacara Indonesia. Setelah menjabat sebagai hakim pada masa pendudukan Indonesia oleh Jepang, ia menjabat sebagai Menteri urusan Sosial di Negara Indonesia Timur dari 1949 sampai 1950, dan dalam berbagai jabatan diplomatik dari 1950 sampai 1957, yang meliputi di New Delhi, Tokyo, dan London. Ia mengunduran diri dari penugasan luar negeri pada 1965, dan bekerja sebagai penerjemah dan pengacara di Jakarta pada masa setelah itu.

Kehidupan awal

Sulaiman Binol lahir pada 12 Agustus 1911 di desa Bunobogu, yang kini berada di Kabupaten Buol. Ayahnya, Raja Binol, adalah seorang pedagang dan pendiri cabang Buol dari Sarekat Islam, sementara ibunya Siti Rapiah berasal dari Bunobogu. Pada 1919, Binol pindah ke ibukota kolonial Batavia tempat ia memulai pendidikannya di sebuah sekolah pribumi (Hollandsch-Inlandsche School). Ia lulus dari sebuah sekolah tinggi di Batavia (Algemene middelbare school) pada 1933, dan bekerja pada suatu waktu sebagai asisten administratif untuk pemerintah kolonial sebelum masuk Sekolah Hukum Batavia (RHS) pada 1936. Ia lulus dari RHS pada 1942.[1]

Referensi

  1. ↑ "Soelaiman Binol: Putra Buol yang Menjadi Menteri dan Diplomat pada Awal Kemerdekaan". Buolpedia. 15 Mei 2025. Diakses tanggal 24 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan