Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Suhu transisi" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Februari 2024) |
Dalam kristalografi, suhu transisi adalah suhu di mana suatu bahan berubah dari satu kondisi kristal (alotrop) ke kondisi kristal lainnya.[1] Secara lebih formal, suhu transisi adalah suhu di mana dua bentuk kristalin dari suatu zat dapat berkoeksistensi dalam kesetimbangan. Sebagai contoh, ketika belerang rombik dipanaskan di atas suhu 95,6 °C, ia berubah bentuk menjadi belerang monoklinik; ketika didinginkan di bawah suhu 95,6 °C, ia kembali menjadi belerang rombik. Pada suhu 95,6 °C kedua bentuk tersebut dapat berkoeksistensi. Contoh lainnya adalah timah, yang bertransisi dari kristal kubik di bawah suhu 13,2 °C menjadi kristal tetragonal di atas suhu tersebut.
Dalam kasus kristal feroelektrik atau feromagnetik, suhu transisi dapat dikenal sebagai suhu Curie.
Lihat pula
Referensi
- ↑ Daintith, John (2008). "allotropy". A Dictionary of Chemistry (dalam bahasa Inggris) (Edisi 6). Oxford University Press. ISBN 9780199204632.
Artikel bertopik kristalografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
Artikel bertopik termodinamika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |