Rabu, 30 September 2026
23:40 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Sugata

Sugata

gelar untuk Siddhartha Gautama

Bagikan:
250px-Gandharan_-_Seated_Buddha_in_the_Attitude_of_Preaching_-_Walters_25123.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Buddha sedang membabarkan darma, peninggalan zaman kekaisaran Kushan (abad ke-2), Gandhara.

Sugata (Dewanagari: सुगत; ,IAST: Sugata, सुगत) adalah gelar dari bahasa Sanskerta untuk menghormati Buddha Gotama,[1][2][3] figur utama dalam Buddhisme dan tokoh yang dihormati sebagai awatara (penjelmaan dewa) dalam Hindu Waisnawa.[4] Menurut beberapa sekte Waisnawa, Buddha Sugata dianggap sebagai tokoh yang berbeda dengan Buddha Gotama,[5] dan diyakini sebagai awatara Wisnu kesembilan.[6] Dalam konteks sebagai awatara, ia diperkirakan muncul (1500 SM) di Bodhi-Gaya (Kikata).[7]

Etimologi

Dalam bahasa Sanskerta, "su" (सु) adalah prefiks (awalan) yang berarti "baik", sedangkan kata "gata" (गत) merupakan kata sifat bermakna pasif yang diartikan "pergi".[8]

Menurut pemahaman lainnya, Buddhaghosa menyatakan bahwa Buddha disebut sugata karena jalan yang ditempuhnya (gata) bersifat baik (su) dan apa yang dicapainya (gata) juga baik (su).[9] Sastrawan Haribhadra dari aliran Mahayana juga menyatakan bahwa Buddha disebut sugata karena dia adalah sosok yang segala keburukannya (suṣṭhu) telah lenyap (gata), atau sosoknya telah mengandung segala nilai-nilai kebajikan (gata) tanpa ada yang ketinggalan (suparipūrṇa).[9]

Sudah menjadi hal yang lazim untuk menghubungkan tiga makna dari istilah sugata dengan tiga tahapan yang harus dilalui seorang Buddha demi mencapai tujuan pencerahan: ia telah lepas dari siklus kelahiran kembali dalam Samsara, ia telah mencapai Nirwana, dan ia mencapai Kebuddhaan yang sempurna. (samyaksaṃbuddha).[2]

Menurut Bhikkhu Khantipalo, istilah "sugato" dapat diterjemahkan sebagai "mulia", "menguntungkan", atau dalam arti yang lebih harfiah yaitu "telah berlalu", "yang telah mencapai kebaikan", "yang perjalanannya baik". Ini mengacu kepada fakta bahwa Nirwana yang telah dicapainya adalah hal yang baik, dan pencerahannya bersifat baik untuk alam semesta.[10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Harris 2008, hlm. 10. sfn error: tanpa target: CITEREFHarris2008 (bantuan)
  2. 1 2 Buswell & Lopez 2013, hlm. 865. sfn error: tanpa target: CITEREFBuswellLopez2013 (bantuan)
  3. ↑ Sanskrit Dictionary, sugata
  4. ↑ Srila B.B. Tirtha Maharaja. 13 Mei 2006. MODERN BUDDHA AND VISHNU AVATAR BUDDHA ARE DIFFERENT[pranala nonaktif permanen].
  5. ↑ Studies in Ancient Indian Seals: A Study of North Indian Seals and Sealings, Halaman 94 oleh Kiran Kumar Thaplyal - Seals (Numismatics), 1972.
  6. ↑ Carman 1994, hlm. 211-212. sfn error: tanpa target: CITEREFCarman1994 (bantuan)
  7. ↑ Dr. Byomakesh Tripathy. Mei 2005. Buddhist Remains in Western Orissa
  8. ↑ Buswell, Robert E.; Lopez, Donald S. (20 Juli 2017). Buswell, Robert E; Lopez, David S (ed.). "Sugata - meaning". The Princeton Dictionary of Buddhism (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. doi:10.1093/acref/9780190681159.001.0001. ISBN 9780691157863. Diakses tanggal 22 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  9. 1 2 Buswell & Lopez 2013, hlm. 865 harvnb error: tanpa target: CITEREFBuswellLopez2013 (bantuan)
  10. ↑ Laurence-Khantipalo Mills. Buddha, My Refuge: Contemplation of the Buddha Based on the Pali Suttas, page 53.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan