
Sugata (Dewanagari: सुगत; ,IAST: Sugata, सुगत) adalah gelar dari bahasa Sanskerta untuk menghormati Buddha Gotama,[1][2][3] figur utama dalam Buddhisme dan tokoh yang dihormati sebagai awatara (penjelmaan dewa) dalam Hindu Waisnawa.[4] Menurut beberapa sekte Waisnawa, Buddha Sugata dianggap sebagai tokoh yang berbeda dengan Buddha Gotama,[5] dan diyakini sebagai awatara Wisnu kesembilan.[6] Dalam konteks sebagai awatara, ia diperkirakan muncul (1500 SM) di Bodhi-Gaya (Kikata).[7]
Etimologi
Dalam bahasa Sanskerta, "su" (सु) adalah prefiks (awalan) yang berarti "baik", sedangkan kata "gata" (गत) merupakan kata sifat bermakna pasif yang diartikan "pergi".[8]
Menurut pemahaman lainnya, Buddhaghosa menyatakan bahwa Buddha disebut sugata karena jalan yang ditempuhnya (gata) bersifat baik (su) dan apa yang dicapainya (gata) juga baik (su).[9] Sastrawan Haribhadra dari aliran Mahayana juga menyatakan bahwa Buddha disebut sugata karena dia adalah sosok yang segala keburukannya (suṣṭhu) telah lenyap (gata), atau sosoknya telah mengandung segala nilai-nilai kebajikan (gata) tanpa ada yang ketinggalan (suparipūrṇa).[9]
Sudah menjadi hal yang lazim untuk menghubungkan tiga makna dari istilah sugata dengan tiga tahapan yang harus dilalui seorang Buddha demi mencapai tujuan pencerahan: ia telah lepas dari siklus kelahiran kembali dalam Samsara, ia telah mencapai Nirwana, dan ia mencapai Kebuddhaan yang sempurna. (samyaksaṃbuddha).[2]
Menurut Bhikkhu Khantipalo, istilah "sugato" dapat diterjemahkan sebagai "mulia", "menguntungkan", atau dalam arti yang lebih harfiah yaitu "telah berlalu", "yang telah mencapai kebaikan", "yang perjalanannya baik". Ini mengacu kepada fakta bahwa Nirwana yang telah dicapainya adalah hal yang baik, dan pencerahannya bersifat baik untuk alam semesta.[10]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Harris 2008, hlm. 10. sfn error: tanpa target: CITEREFHarris2008 (bantuan)
- 1 2 Buswell & Lopez 2013, hlm. 865. sfn error: tanpa target: CITEREFBuswellLopez2013 (bantuan)
- ↑ Sanskrit Dictionary, sugata
- ↑ Srila B.B. Tirtha Maharaja. 13 Mei 2006. MODERN BUDDHA AND VISHNU AVATAR BUDDHA ARE DIFFERENT[pranala nonaktif permanen].
- ↑ Studies in Ancient Indian Seals: A Study of North Indian Seals and Sealings, Halaman 94 oleh Kiran Kumar Thaplyal - Seals (Numismatics), 1972.
- ↑ Carman 1994, hlm. 211-212. sfn error: tanpa target: CITEREFCarman1994 (bantuan)
- ↑ Dr. Byomakesh Tripathy. Mei 2005. Buddhist Remains in Western Orissa
- ↑ Buswell, Robert E.; Lopez, Donald S. (20 Juli 2017). Buswell, Robert E; Lopez, David S (ed.). "Sugata - meaning". The Princeton Dictionary of Buddhism (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. doi:10.1093/acref/9780190681159.001.0001. ISBN 9780691157863. Diakses tanggal 22 Mei 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link) - 1 2 Buswell & Lopez 2013, hlm. 865 harvnb error: tanpa target: CITEREFBuswellLopez2013 (bantuan)
- ↑ Laurence-Khantipalo Mills. Buddha, My Refuge: Contemplation of the Buddha Based on the Pali Suttas, page 53.