Kamis, 08 Oktober 2026
14:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Stephen Oppenheimer

Bagikan:

Stephen Oppenheimer adalah seorang pakar bidang genetika dan struktur DNA serta dokter spesialis bidang pediatri berkebangsaan Britania Raya.[1] Ia dikenal karena teori mengenai asal-usul migrasi manusia dari Kawasan Sunda yang dikemukakan dalam bukunya yang berjudul Surga di Timur (1999).[1][2] Ia juga berhasil menjelaskan mengenai kondisi migrasi awal manusia pada 160 ribu tahun lalu melalui tulisannya yang berjudul Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia.[3]

Pekerjaan

Stephen Oppenheimer merupakan seorang pakar genetika dan struktur asam deoksiribonukleat pada manusia. Ia bekerja sebagai pakar untuk Universitas Oxford di Inggris.[4] Pada tahun 1999, Stephen Oppenheimer bekerja sebagai dokter spesialis pediatri di Sarawak.[1]

Karya dan pemikiran

Surga di Timur

Surga di Timur adalah sebuah buku yang diterbitkan oleh Stephen Oppenheimer pada tahun 1999.[1] Dalam bukunya ini, Stephen Oppenheimer memberikan pernyataan tegas mengenai leluhur dari induk peradaban manusia modern. Ia menyatakan teori bahwa Peradaban Mesir, Peradabana Mediterania dan Peradaban Mesopotamia memiliki leluhur yang berasal dari Kawasan Sunda. Dalam bukunya ini, Stephen Oppenheimer menjelaskan bahwa leluhur dari orang Polinesia yang menghuni Benua Amerika tidak berasal dari dari Tiongkok Daratan, melainkan dari dataran pada pulau-pulau yang telah tenggelam di kawasan Asia Tenggara.[2]

Stephen Oppenheimer menjelaskan bahwa tenggelamnya pulau-pulau di Asia Tenggara yang mengakibatkan penyebaran kebudayaan dan terbentuknya induk peradaban manusia modern, merupakan akibat dari banjir bandang yang pernah terjadi di permukaan Bumi.[2] Dalam Surga di Timur, Stephen Oppenheimer menyatakan teori bahwa permukaan Bumi pada masa peradaban kuno pernah mengalami tiga kali banjir bandang yaitu sekitar 14.000, 11.500 dan 8.000 tahun yang lalu.[5] Pernyataan-pernyataan Stephen Oppenheimer di dalam buku Surga di Timur mendukung bahwa Kawasan Sunda merupakan asal budaya yang berkaitan dengan pertanian dan teknologi awal yang digunakan dalam peradaban manusia.[1]

Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia

Stephen Oppenheimer bekerja sama dengan Yayasan Bradshaw untuk menghasilkan sebuah tulisan berjudul Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia. Publikasi Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia diadakan di internet. Dalam tulisannya ini, Stephen Oppenheimer menampilkan peta yang menggambarkan kondisi migrasi awal manusia pada masa 160 ribu tahun lalu di benua Afrika oleh sekelompok kecil manusia. Perjalanan Umat Manusia, Pemukiman Dunia merupakan pembuktian oleh Stephen Oppenheimer bahwa interaksi sosial dan budaya manusia dapat diketahui melalui arkeologi, klimatologi dan kajian mengenai fosil. Seni cadas kuno yang tersebar di seluruh dunia dapat digunakan untuk mengetahui perjalanan, rute dan waktu migrasi awal manusia.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Gaffney, V., Fitch, S., dan Smith, D. (2008). Europe’s Lost World: The Rediscovery of Doggerland (PDF) (dalam bahasa Inggris). York: Dewan Arkelogi Britania Raya. hlm. 142. ISBN 978-1-902771-77-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Hasanuddin, dkk. (2016). Hasanuddin & Bernadeta AKW (ed.). Lembah Walennae: Lingkungan Purba dan Jejak Arkeologi Peradaban Soppeng (PDF). Kota Makassar dan Kota Yogyakarta: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan & Penerbit Ombak. hlm. 1. ISBN 978-602-258-388-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Lehman, Paul R. (Juni 2009). America's Race Problem: A Practical Guide to Understanding Race in America (dalam bahasa Inggris). Plymouth: University Press of America. hlm. 3. ISBN 978-0-7618-4573-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Samantho, Ahmad Yanuana (2015). Aningtyas, R. D. (ed.). Illuminati Nusantara. Jakarta Selatan: PT. Sembilan Cahaya Abadi. hlm. 175. ISBN 978-602-72905-1-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Prabowo, Wisnu Tanggap (Mei 2022). Artawijaya (ed.). Sejarah Berhala dan Jejak Risalah: Penyimpangan Agama dan Kepercayaan Kuno dari Monoteisme ke Politeisme. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 33. ISBN 978-979-592-982-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan