Selasa, 13 Oktober 2026
18:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Stasiun Rawabebek

Stasiun Rawabebek

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Rawabebek
40px-Logo_Kereta_Api_Indonesia_1991-2011.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Rawabebek
330px-Eks_Stasiun_Rawabebek.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Stasiun Rawabebek yang diambil dari median rel, sebelum stasiun dirobohkan, 2014
Lokasi
Koordinat 6°13′34″S 106°58′56″E / 6.22611°S 106.98222°E / -6.22611; 106.98222
Operator
Letak
km 22+390 lintas Jakarta-Jatinegara-Cikampek[1]
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1991
Ditutup1994
Elektrifikasi1992
Diagram lintasan stasiun
Ke Cakung
Ke Kranji
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.2261111111111,106.98222222222,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Rawabebek&revid=29595437&groups=_b5e412b7048ba18148f6c46af959c3d14b87a99e&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Rawabebek (RWB) adalah stasiun kereta api nonaktif yang beralamat di Jalan Arteri Pondok Kopi-Kranji Bekasi Barat, Bekasi, tepatnya di perbatasan antara Bintara dan Kota Baru. Stasiun ini terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Bekasi yang dimulai dari Stasiun Jatinegara hingga Stasiun Bekasi. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta.

Sejarah

Asal-usul stasiun ini sangat tidak jelas. Stasiun yang hanya terdiri atas dua peron berkanopi ini kemungkinan muncul saat pembangunan jalur ganda dan perpanjangan elektrifikasi ke Stasiun Bekasi pada tahun 1992.[3] Saat itu stasiun ini dibangun untuk memberi kesadaran masyarakat agar memilih KRL sebagai transportasi untuk bekerja atau bersekolah. Arsitektur stasiun ini sangat mirip dengan Stasiun Buaran Lama yang juga sudah nonaktif saat ini.

Stasiun ini kemungkinan ditutup pada tahun 1994.[4] Alasan yang menyebabkan stasiun ini ditutup adalah okupansi yang minim, dan lokasi yang kurang strategis.[5] Sejak saat itu stasiun ini semakin mengenaskan. Atap kanopi yang memayungi jalur ini banyak yang menghilang entah ke mana.[6] Stasiun tersebut kemudian dijadikan sebagai tempat nongkrong dan pacaran hingga akhirnya dirobohkan pada pertengahan tahun 2014 karena terdampak proyek jalur dwiganda Manggarai–Cikarang. Sangat disayangkan, tidak akan ada pembangunan ulang stasiun ini karena pertimbangan lokasi stasiun.[7] Saat ini stasiun ini hanya dapat dilihat melalui foto-foto saja.

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ "Perlu 18 Tahun Bangun Rel Ganda di Indonesia". Media Indonesia. 5 Desember 2003.
  4. ↑ Carina, Jessi (2014-06-13). Syatiri, Ana Shofiana (ed.). "Stasiun Mesum di Bekasi Dibongkar". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-01-18.
  5. ↑ "Ketika Riwayat Stasiun Rawabebek Tamat". Berita Trans (dalam bahasa Inggris). 2017-02-09. Diakses tanggal 2019-01-18.
  6. ↑ Sancaya, Rengga. "Stasiun Rawa Bebek Memprihatinkan". detikcom. Diakses tanggal 2019-01-18.
  7. ↑ "Lama Tak Difungsikan, Stasiun Rawabebek Bekasi Dibongkar". Republika Online. 2014-06-14. Diakses tanggal 2019-01-18.

Pranala luar

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Cakung Jakarta–Cikampek–Padalarang
Jakarta Kota–Cikampek
Kranji
menuju Cikampek
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan