Selasa, 27 Oktober 2026
20:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Stasiun Merakurak

Stasiun Merakurak

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Merak.
Stasiun Merakurak
Merakurak
330px-RD_di_MKR.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan Stasiun Merakurak yang telah diubah menjadi ruang praktek Puskesmas Merakurak
Lokasi
Koordinat 6°52′48.162″S 111°59′8.830″E / 6.88004500°S 111.98578611°E / -6.88004500; 111.98578611
Operator
Letak
km ? lintas Babat–Tuban–Merakurak[1]
LayananTidak ada layanan.
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar[2]
Sejarah
Dibuka1 Agustus 1920;106 tahun lalu (1920-08-01)
Ditutup1 November 1935;90 tahun lalu (1935-11-01)
Nama sebelumnyaMerak-Oerak, Meraq-Oeraq
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.880045,111.98578611111,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Merakurak&revid=29694602&groups=_4fa8cddd71091fa32d655093743c024f77e3febf&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
250px-Ornamen_Bawah_Stasiun_Merakurak_2024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisa reruntuhan bangunan Stasiun Merakurak yang tinggal menyisakan ornamen batu pada dinding bagian bawah

Stasiun Merakurak (MKR) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Sambonggede, Merakurak, Tuban. Stasiun ini dahulu merupakan stasiun paling ujung (terminus) serta paling utara dari jalur kereta api Merakurak–Babat, serta merupakan stasiun kereta api paling utara di Kabupaten Tuban. Stasiun ini kini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VIII Surabaya.

Beberapa peninggalan prasarana perkeretaapian masih dapat dijumpai di sekitar lokasi stasiun ini. Sebuah jembatan yang kini dimanfaatkan sebagai penyeberangan warga setempat dapat dijumpai di sebelah timur. Sementara itu, sebuah patok batas tanah NIS juga masih ada di emplasemennya. Selain itu, masih ada sebuah kolam tua berdinding tebal di dekatnya.

Sejarah

Stasiun ini diresmikan penggunaannya oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) bersamaan dengan selesainya jalur kereta api Merakurak–Babat pada tanggal 1 Agustus 1920.[3][4][5] Stasiun ini unik, karena menjadi bagian dari jalur kereta api yang belum selesai dikerjakan. Dahulu NIS pernah membuat masterplan untuk membangun jalur kereta api dari Babat menuju Tuban dan berakhir di Jenu. Namun, realitasnya NIS hanya mampu membangunnya sampai Merakurak saja.

Segmen Merakurak–Tuban hanya mampu bertahan 15 tahun saja sejak resmi dibuka. Selanjutnya, per 1 November 1935 segmen ini telah resmi dinonaktifkan karena tidak menguntungkan.[6][7] Meskipun demikian, NIS masih menaruh harapan untuk dapat membuka dan mengoperasikan segmen ini lagi di kemudian hari.[8]

Bangunan Stasiun Merakurak saat ini hanya menyisakan reruntuhan sisa ornamen batu pada bagian dinding bagian bawah. Sebelumnya, bangunan stasiun telah dirombak menjadi ruangan praktek oleh pihak Puskesmas Merakurak. Namun, bangunan bekas Koramil 0811/04 Merakurak yang terletak di sebelah baratnya lebih sering diyakini masyarakat sebagai Stasiun Merakurak karena dianggap sebagai bangunan tertua di sekitar lokasi karena belum mengalami perombakan yang masif. Kini aset stasiun sepenuhnya dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia.

Galeri

  • Bekas jembatan kereta api di sebelah timur stasiun Merakurak.
    Bekas jembatan kereta api di sebelah timur stasiun Merakurak.
  • Bekas tubuh baan rel yang sudah berubah menjadi jalan kampung didekat stasiun Merakurak.
    Bekas tubuh baan rel yang sudah berubah menjadi jalan kampung didekat stasiun Merakurak.
  • Tampak jembatan kereta api di sebelah timur stasiun Merakurak.
    Tampak jembatan kereta api di sebelah timur stasiun Merakurak.
  • Bangunan bekas Koramil 0811/04 Merakurak yang sering dianggap sebagai Stasiun Merakurak
    Bangunan bekas Koramil 0811/04 Merakurak yang sering dianggap sebagai Stasiun Merakurak
  • Patok NIS berdampingan dengan patok PT KAI di Stasiun Merakurak
    Patok NIS berdampingan dengan patok PT KAI di Stasiun Merakurak
  • Kolam tua di Stasiun Merakurak yang telah ditumbuhi semak belukar
    Kolam tua di Stasiun Merakurak yang telah ditumbuhi semak belukar

Referensi

  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
  4. ↑ Teeuwen, Dirk. "Trains in Dutch East-Indies[1], a fascination.pdf" (PDF). www.indonesia-dutchcolonialheritage.nl. Diakses tanggal 2018-09-03.[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ Arsip Nasional RI (1977). Memori Serah Jabatan, 1921-1930: Jawa Tengah. Jakarta: Arsip Nasional RI. hlm. 85.
  6. ↑
  7. ↑
  8. ↑ "Wijzigingen der Spoor- en Tramwegen in Nederlandsch-Indie tijdens het bestaan van Spoor- en Tramwegen". Spoor- en Tramwegen. Den Haag: Moorman' Periodieke Pers N.V. 18 Desember 1939. Diakses tanggal 5 April 2020.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Merakurak–Babat Mondokan
menuju Babat


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan