Minggu, 11 Oktober 2026
11:06 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Spongiforma squarepantsii

Spongiforma squarepantsii

Bagikan:
Spongiforma squarepantsii
Dua belahan jamur berbentuk porifera berwarna jingga, dengan sejajar penggaris berada di bawahnya sebagai skala.
Dua belahan jamur berbentuk porifera berwarna jingga, dengan sejajar penggaris berada di bawahnya sebagai skala.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Subdivisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. squarepantsii
Nama binomial
Spongiforma squarepantsii
Desjardin, Peay & T.D.Bruns (2011)
Artikel takson sembarang

Spongiforma squarepantsii adalah spesies dari jamur dalam keluarga Boletaceae, genus Spongiforma. Spesies ini ditemukan di Pulau Kalimantan, yang baru ditemukan pada tahun 2011. Spesies ini memiliki bentuk seperti spons dengan tubuh buah berwarna jingga yang elastis dan berbau samar atau apek. Lebar dan tinggi tubuh buahnya masing-masing mencapai 10 cm (3,9 in) dan 7 cm (2,8 in). Mirip seperti porifera, spesies ini dapat kembali ke bentuk semulanya jika air di dalamnya diperas. Sporanya dihasilkan pada permukaan berongga dari porifera, serta bentuknya seperti almon dengan permukaan yang kasar dan memiliki ukuran 10‑12.5 μm kali 6‑7 μm. Nama jamur ini diturunkan dari kartun karakter Nickelodeon, SpongeBob SquarePants, dari pertunjukkan dengan nama yang sama. S. squarepantsii adalah salah satu dari dua spesies dalam genus Spongiforma. Salah satu spesies lainnya, S. thailandica, berbeda dengan S. Squanrepantsii dalam warna, bau, dan struktur sporanya.

Taksonomi dan klasifikasi

Spongiforma squarepantsii pertama kali dideskripsikan pada Mei 2011 dalam sebuah jurnal akademis daring Mycologia. Penulis deskripsinya ialah tiga ahli mikologi berkebangsaan Amerika Serikat yang bernama Dennis E. Desjardin, Kabir Peay, dan Thomas Bruns. Deskripsi ini didasarkan pada dua spesimen yang dikumpulkan oleh Bruns pada tahun 2010 di Taman Nasional Perbukitan Lambir yang terletak di negara bagian Sarawak, Malaysia. Spesies ini pertama kali muncul dalam kajian pada 2010 mengenai jamur ektomikoriza pada hutan tropis dipterokarpa di Bukit Lambit, walaupun terbitan tersebut belum dideskripsikan secara resmi.[2] Karena bentuknya yang tidak biasa, Desjardin dan beberapa ahli awalnya masih belum memastikan apakah spesies ini merupakan anggota dari Basidiomycota atau Ascomycota. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa spesies ini cocok dengan Spongiforma, genus yang baru-baru itu dideskripsikan dari hutan dipterokarpa yang berasal dari Thailand pada 2009.[3] Keserupaan antara spesies yang dikumpulkan di Pulau Kalimantan dan Spongiforma thailandica dikonfirmasi dengan analisis yang menunjukkan 98% cocok di antara barisan dua DNA ribosom.[4]

Electron micrograph showing several dozen ellipsoid spores with rough surfaces and a distinct pore in each.
Himenium yang memperlihatkan spora berkutil dengan pori kecambah yang menonjol. Gambar ini diambil dari mikorgraf elektron pemindaian dengan bar skalanya 10 μm

Nama genus Spongiforma diambil dari tubuh buah yang berupa spons. Sementara itu, nama botani squarepantsii adalah latinisasi dari karakter kartun Nickelodeon, SpongeBob SquarePants yang memiliki bentuk menyerupai jamur ini. Beberapa penulis menerangkan bahwa permukaan yang menghasilkan spora (himenium), saat melihatnya dengan menggunakan mikroskop pemindai elektron, agak menyerupai "dasar laut yang diselimuti dengan tanaman spons berupa tabung, mengingatkan sebuah tempat tinggal fiktif milik SpongeBob".[4] Nama botani itu tidak disetujui oleh penyunting Mycologia dengan alasan karena "namanya yang sembrono", tetapi Desjardin dan beberapa ahli bersikeras bahwa mereka dapat menamainya sesuka hati.[5]

Deskripsi

Tubuh buah Spongiforma squarepantsii memiliki warna jingga cerah, dengan bentuknya yang agak menyerupai bulat atau oval. Ukuran lebar dan tinggi tanaman ini masing-masing 3–5 cm (1,2–2,0 in) dan 2–3 cm (0,8–1,2 in). Meskipun tangkainya sedikit, tanaman ini memiliki kolumela (tali kecil dari jaringan steril yang memperpanjang hingga ke pusat tubuh badan) yang belum sempurna. Permukaan tubuh buahnya mempunyai rabung yang dalam dan lipatan yang menyerupai otak. Tanaman ini menyerupai spons yang elastis, dalam artian bahwa bentuknya akan kembali ke semula jika memeras air di dalamnya. Bentuk permukaannya tidak beraturan yang disertai dengan rongga besar dan digarisi dengan jaringan fertil yang menghasilkan spora. Ukuran diameter rongga itu berkisar 2 dan 10 mm (0,1 dan 0,4 in). Rabung rongganya berwarna jingga pudar atau lebih cerah dan berkelijak (memiliki berbulu getar). Tubuh buahnya memiliki bau yang kuat, diibaratkan sebagai "bau buah-buahan yang agak samar atau sangat apek".[4] Jaringan jamur ini berganti warna menjadi ungu ketika diteteskan 3% kalium hidroksida (KOH). Secara keseluruhan, spora pada jamur berwarna cokelat kemerahan atau cokelat mahoni.[4] Akan tetapi, masih belum diketahui apakah tubuh buahnya dapat dimakan.[6]

Bentuk sporanya yang serupa kacang almon biasanya memiliki ukuran berkisar 10–12.5 μm kali 6–7 μm, dengan cangkang tebalnya berkisar 0,5–1.2 μm. Bentuk spora tersebut memiliki apikulus pusat yang kecil (luas depresi yang pada saat spora menempel ke basidium melalui sterigma). Ketika dipreparat dalam air suling, permukaannya menjadi kasar dan berkutil, serta warnanya terlihat cokelat berkarat. Ketika dipreparat dalam solusi KOH 3%, sporanya menjadi warna keabuan dan lila pucat, serta ornamentasi permukaannya membentuk bintil terbuntal yang dapat dikendurkan dan melarut. Sporanya adalah dextrinoid (maksudnya sporanya menjadi warna cokelat kemerahan pada saat proses pewarnaan jaringan dengan menggunakan reagen Melzer) dan siaonofilik (maksudnya menjadi warna merah dalam asetokarmin). Basidianya berbentuk belantan dan berspora empat dengan panjang sterigmata mencapai 9,5 μm. Rabung rongganya mencakup sistidia yang tegak, yang bercampur dengan rantai hifa tegak yang berbentuk tabung berdiameter kira-kira 4–6 μm. Bentuk sistidia-nya kasarnya berbentuk tabung, yang ukurannya 20–60 μm kali 4–9 μm. Hifa pada jamurnya tidak memiliki hubungan ketam.[4]

Spesies yang berkaitan dengannya adalah Spongiforma thailandica. Pada tahun 2009, spesies baru-baru ini dijelaskan bahwa terdapat perbedaan dengan S. squarepantsii. Spongiforma thailandica memiliki tubuh yang lebih besar, lebarnya berukuran 5–10 cm (2,0–3,9 in) dan tingginya berukuran 4–7 cm (1,6–2,8 in). Glebanya yang pada awalnya berwarna oranye keabuan pucat berubah menjadi abu kecokelatan, sebelum warnanya gelap menjadi cokelat kemerahan atau cokelat tua. Baunya mirip seperti tar batu bara. Ketika diperbesar menggunakan mikroskop, S. thailandica memiliki spora yang kecambah permukaannya terlihat lebih sedikit menonjol.[3]

Habitat dan distribusi

Spongiforma squarepantsii ditemukan di Taman Nasional Perbukitan Lambir (negara bagian Sarawak di Malaysia), Pulau Kalimantan di daerah utara (4°20′N 113°50′E / 4.333°N 113.833°E / 4.333; 113.833). Hutan hujan tropis ini menampung sekitar 3.000 milimeter (120 in) hujan setiap tahun, dengan suhu rata-rata berkisar dari 24 hingga 32 °C (75 hingga 90 °F).[4] Ketika tubuh buahnya menjadi kering, strukturnya dapat kembali dalam bentuk semula dengan cepat, dengan cara menyerap kelembapan dari udara.[7] Bau yang unik mengindikasikan bahwa spora kemungkinan disebar oleh hewan.[4]

Referensi

  1. ↑ Ngadin, A.A. (2019). "Spongiforma squarepantsii". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T155269816A155269858. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T155269816A155269858.en. Diakses tanggal 18 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Peay KG, Kennedy PG, Davies SJ, Tan S, Bruns TD (2010). "Potential link between plant and fungal distributions in a dipterocarp rainforest: community and phylogenetic structure of tropical ectomycorrhizal fungi across a plant and soil ecotone". New Phytologist. 185 (2): 529–42. doi:10.1111/j.1469-8137.2009.03075.x. PMID 19878464.
  3. 1 2 Desjardin DE, Binder M, Roekring S, Flegel T (2009). "Spongiforma, a new genus of gasteroid boletes from Thailand" (PDF). Fungal Diversity. 37: 1–8.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 Desjardin DE, Peay KB, Bruns TD (2011). "Spongiforma squarepantsii, a new species of gasteroid bolete from Borneo". Mycologia. 103 (5): 1119–23. doi:10.3852/10-433. PMID 21558499. S2CID 15849227.
  5. ↑ GrrlScientist (22 Juni 2011). "The new fungus from Bikini Bottom". Punctuated Equilibrium, The Guardian. Diakses tanggal 5 Oktober 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Willingham, Emily (22 Juni 2011). "Dennis Desjardin: A fungus named after SpongeBob". Earthsky.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-05. Diakses tanggal 5 Oktober 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Staff writer (22 Juni 2011). "SpongeBob lends name to new mushroom species". BBC. Diakses tanggal 5 Oktober 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Spongiforma squarepantsii.
Musim
Episode
Film
Film teatrikal
Film TV
Dokumenter
Sempalan
Musik
Permainan video
Seri tersendiri
Seri Nicktoons
Karakter
Utama
Pendukung
Latar
Orang
Artikel terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan