Selasa, 29 September 2026
01:51 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Ter batu bara

senyawa kimia

Ter batu bara
Data klinis
Nama dagangBalnetar, Cutar, dan lainnya
Nama lainliquor carbonis detergens (LCD)
liquor picis carbonis (LPC)[1]
AHFS/Drugs.com
Rute
pemberian
Topikal
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Pengenal
Nomor CAS
ChemSpider
  • none
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.029.417 Sunting di Wikidata

Tar batu bara adalah cairan gelap tebal yang merupakan produk sampingan dari produksi kokas dan gas batu bara dari batu bara.[2][3] Tar ini memiliki kegunaan di bidang medis dan industri.[2][4] Dapat dioleskan pada bagian yang terkena untuk mengobati psoriasis dan seboroik dermatitis (ketombe).[5] Bisa juga dikombinasikan dengan terapi sinar ultraviolet.[5] Secara industri tar ini adalah pengawet untuk bantalan rel kereta api dan digunakan pada permukaan jalan.[6]

Efek samping termasuk iritasi kulit, sensitivitas terhadap sinar matahari, reaksi alergi dan perubahan warna kulit.[5] Tidak jelas apakah penggunaan selama kehamilan aman untuk bayi dan penggunaan selama masa menyusui biasanya tidak disarankan.[7] Mekanisme tindakan yang tepat belum diketahui.[8] Tar ini adalah campuran kompleks dari fenol, hidrokarbon aromatik poliklik (PAHs) dan senyawa heterosiklik.[2] Tar batu bara menunjukkan sifat antijamur, antiinflamasi, anti-gatal, dan antiparasit.[8]

Tar batubara ditemukan sekitar tahun 1665 dan digunakan untuk keperluan medis sejak tahun 1800-an.[6][9] Tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat-obatan paling efektif dan aman yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[10] Tar batubara tersedia sebagai obat generik dan dijual sebagai obat bebas.[4] Batu bara adalah salah satu bahan awal utama untuk industri farmasi.[11]

Referensi

  1. ↑ Berenblum I (25 September 1948). "Liquor Picis Carbonis". British Medical Journal. 2 (4577): 601. doi:10.1136/bmj.2.4577.601. PMC 2091540. PMID 18882998.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Background and Environmental Exposures to Creosote in the United States" (PDF). cdc.gov. September 2002. hlm. 19. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 Januari 2017. Diakses tanggal 13 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Vallee, Yannick (1998). Gas Phase Reactions in Organic Synthesis (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 107. ISBN 9789056990817.
  4. 1 2 Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. X. ISBN 9781284057560.
  5. 1 2 3 WHO Model Formulary 2008 (PDF). World Health Organization. 2009. hlm. 308. ISBN 9789241547659. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Januari 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Hornbostel, Caleb (1991). Construction Materials: Types, Uses and Applications (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 864. ISBN 9780471851455. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-18.
  7. ↑ "Coal Tar use while Breastfeeding | Drugs.com". www.drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Januari 2017. Diakses tanggal 13 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Maibach, Howard I. (2011). Evidence Based Dermatology (dalam bahasa Inggris). PMPH-USA. hlm. 935–936. ISBN 9781607950394. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-18.
  9. ↑ Sneader, Walter (2005). Drug Discovery: A History (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 356. ISBN 9780471899792. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-18.
  10. ↑ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 13 Desember 2016. Diakses tanggal 8 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Ravina, Enrique (2011). The Evolution of Drug Discovery: From Traditional Medicines to Modern Drugs (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 23. ISBN 9783527326693. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan