Jumat, 02 Oktober 2026
14:54 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Songkolo

Bagikan:

Songkolo (lontara:ᨔᨚᨀᨚᨒᨚ har: nasi ketan) adalah sejenis makanan yang disajikan oleh masyarakat Suku Bugis-Makassar dalam menyambut bulan suci Ramadan. Makanan ini terdiri dari nasi ketan yang sudah diberi warna hitam, putih, kuning, dan merah yang masing-masing melambangkan elemen-elemen alam tertentu. Sebelum disajikan, songkolo patang rupa akan dibacakan doa-doa terlebih dahulu, khususnya doa terkait keselamatan selama menjalani ibadah di bulan Ramadan dan doa agar berkesempatan untuk menjumpai Ramadan tahun depan.[1]

Makna warna

Songkolo terdiri dari empat warna, yaitu:

  • warna merah bermakna api,
  • warna kuning bermakna angin,
  • warna putih bermakna air, dan
  • warna hitam bermakna tanah.

Sehingga dapat diartikan bahwa makanan ini merupakan simbol perekat antar manusia.[2]

Penggunaan lain

Selain disajikan dalam rangka menyambut bulan Ramadan, songkolo juga dihidangkan di saat pernikahan, yaitu dalam tradisi mappatamma angngaji[3] oleh masyarakat Luwu dan akkaddo minynyak,[4] memasuki rumah baru,[5] dan saat ziarah ke makam leluhur.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Isman, Andi Nur. "6 Tradisi Warga Sulsel Sambut Ramadan, Barzanji-Baca-baca Pakai Songkolo". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-03-05.
  2. ↑ Janita, Rima (2024-10-13). "Tahapan Suku Bugis saat Sambut Bulan Ramadan". Radio Republik Indonesia (RRI). Diakses tanggal 2025-03-05.
  3. ↑ majalahmitos (2023-12-17). "Songkolo Patang Rupa". Majalah Mitos. Diakses tanggal 2025-03-05.
  4. ↑ Mutmainnah, Nur (2011). "Tradisi Akkaddo Minynyak Pada Rangkaian Pesta Pernikahan di Makassar (Pengamatan Keluarga Saharu Bin Mangureang di Makassar)". E-prints UNM.
  5. ↑ Yusuf, Muh. (2017). "Integrasi Islam dalam Pangngadakkang pada Sistem Pemerintahan Adat Kajang Ammatoa" (PDF). Repository UIN Alauddin Makassar.
  6. ↑ Fadillah Idrus, Nurul; Haeriyyah, author; Agussalim, Andi (2023). "Tanda dalam Ritual Ziarah Makam Leluhur di Kampung Kampala Kabupaten Maros (Suatu Tinjauan Semiotika Pierce)". Jurnal Sarjana Ilmu Budaya. 3 (2): 14–22.{{cite journal}}: |first2= memiliki nama generik

Kategori:Wiki Cinta Ramadan 2025

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan