Senin, 26 Oktober 2026
15:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Solo Raya

Solo Raya

wilayah metropolitan di Indonesia

Bagikan:
Kawasan metropolitan in Jawa Tengah, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Kawasan metropolitan in Jawa Tengah, Indonesia
Kawasan Metropolitan Surakarta Raya (Solo Raya)
Surakarta Raya (Solo Raya)
330px-Tugu_Pemandengan_Surakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Sukoharjo_Regency%2C_Central_Java%2C_Indonesia.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Petani_Sayur_Lereng_Merapi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Landscape_in_Tawangmangu-Plaosan_road.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Waduk_GajahMungkur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Candi_Plaosan_Lor_%28North_Plaosan_Temple%29_from_Klaten%2C_Central_Java%2C_Indonesia_10.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Pemandangan_Waduk_Ketro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari atas, kiri ke kanan: Tugu Pemandengan Surakarta, Kawasan Bisnis di Sukoharjo, Petani Sayur Selo, Panorama Tawangmangu, Waduk Gajah Mungkur, Candi Plaosan Lor, Waduk Ketro Sragen.
NegaraIndonesia
Provinsi Jawa Tengah
Daerah intiKota Surakarta
Daerah penyanggaKabupaten Sukoharjo
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Sragen
Kabupaten Klaten
Dasar hukumUndang Undang №26 tahun 2007
Zona waktuUTC+7 (WIB)
Kode area telepon+62 271
+62 272
+62 273
+62 274
+62 276

Solo Raya[1] atau kadang disebut sebagai Subosukawonosraten (bahasa Jawa:ꦱꦸꦧꦺꦴꦱꦸꦏꦮꦤꦱꦿꦠꦺꦤ꧀; akronim dari Surakarta-Boyolali-Sukoharjo-Karanganyar-Wonogiri-Sragen-Klaten) adalah salah satu wilayah metropolitan di Indonesia yang sebelumnya bekas Karasidenan Surakarta dan Daerah Istimewa Surakarta berdiri.[2] Wilayah ini meliputi Kota Surakarta dan daerah penyangganya seperti Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen dan Klaten, sering disebut juga sebagai eks-Karesidenan Surakarta.[3]

Sejarah

Masa Kerajaan

Berdirinya Surakarta berawal dari peristiwa Geger Pacinan di Batavia pada tahun 1740-an. Pangeran pemberontak dibantu etnis Tionghoa menyerang keraton Mataram Kartasura, membuat keraton tersebut hancur lebur. Mataram yang saat itu dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwono II harus memindahkan keraton ke tempat lain. Ia memilih desa Sala untuk dijadikan tempat pemerintahan yang baru. Setelah mendapatkan restu dari Ki Gede Sala selaku penguasa setempat, ia membangun keraton di wilayah tersebut.

Beberapa tahun kemudian, Pakubuwono II meninggal dunia, dan digantikan oleh anaknya yakni Susuhunan Pakubuwono III. Di sini terjadi pecahnya Mataram, yang dituangkan dalam Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Mataram dibagi menjadi dua, Pakubuwono III memimpin Surakarta dan Pangeran Mangkubumi memimpin Yogyakarta. Pakubuwono III mendapat wilayah bagian timur Mataram, sedangkan Mangkubumi (kelak menjadi Sultan Hamengkubuwono I) mendapat wilayah bagian barat. Kedua wilayah tersebut dibatasi oleh Sungai Opak.

Beberapa tahun kemudian kembali terjadi pergolakan, kali ini dipimpin oleh Pangeran Sambernyawa. Pergolakan ini memunculkan hasil Perjanjian Salatiga, di mana Sambernyawa berhak atas sebagian wilayah Kasunanan Surakarta dan diangkat menjadi pemimpin wilayah tersebut, dengan gelar Pangeran Adipati. Wilayahnya bernama Praja Mangkunagaran.

Masa Kolonial Belanda

Keresidenan Surakarta dibentuk dari gabungan wilayah Kasunanan dan Mangkunagaran. Wilayahnya meliputi daerah inti Surakarta yaitu: Kawedanan Kasunanan , Kawedanan Kartasura , Kawedanan Larangan , Kawedanan Bekonang (Sekarang bagian dari Kotamadya Surakarta & Kabupaten Sukoharjo ) , Kabupaten Karanganyar termasuk kecamatan Banjarsari Solo, Kabupaten Sukowati (kini Sragen), Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali.

Surakarta dan Mangkunagara juga dimasukkan kedalam vorstenlanden, sebuah wilayah otonomi Hindia Belanda yang di mana wilayah ini berhak mengatur rumah tangganya sendiri.

Masa Kemerdekaan dan Republik

Daerah Istimewa Surakarta

Pada tanggal 18-19 Agustus 1945, Kasunanan dan Mangkunagaran mengirimkan kawat ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta atas kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya pada 1 September 1945, SISKS Pakubuwana XII dan KGPAA Mangkunagara VIII, secara terpisah mengeluarkan dekret resmi kerajaan, di mana dekret tersebut berisi tentang negara Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran adalah bagian dari Republik Indonesia.

Sayangnya wilayah istimewa Surakarta dan Mangkunagaran harus dihapus pada Juli 1946, karena maraknya gerakan anti swapraja di Surakarta. Untuk mengatasi keadaan genting tersebut pemerintah mengeluarkan UU No. 16/SD/1946 yang memutuskan bahwa Surakarta kembali menjadi daerah keresidenan di bawah seorang residen dan merupakan bagian dari wilayah Republik Indonesia. Beberapa tahun kemudian, Menteri dalam negeri melalui keputusan tanggal 3 Maret 1950 menyatakan bahwa wilayah Kesunanan dan Mangkunegaran secara administratif menjadi bagian dari provinsi Jawa Tengah. Kedua aturan tersebut mengakhiri status istimewa Surakarta.

Masa kini

Perda Jawa Tengah no 6 tahun 2010 tentang rencana pengembangan tata ruang dan wilayah tahun 2009-2039, menetapkan Solo Raya (Subosukawonosraten) sebagai wilayah pengembangan pembangunan, dengan fungsi pengembangan sebagai Pusat Pelayanan Lokal, Provinsi, Nasional dan Internasional.[4]

Referensi

  1. ↑ Noviani, Rita (2019). "DINAMIKA KARAKTERISTIK TINGKAT KEKOTAAN DI WILAYAH METROPOLITAN SOLO RAYA TAHUN 1990-2015". Universitas Gadjah Mada.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ "UNIVERSITAS DIPONEGORO KAJIAN PROSES PERKEMBANGAN PUSAT PELAYANAN DAN PUSAT PERMUKIMAN DI KAWASAN METROPOLITAN SOLO RAYA TUGAS AKHIR". 123dok.com. Diakses tanggal 2022-03-19.
  3. ↑ Miladan, Nur (2019-10-25WIB04:00:45+00:00). "Masa Depan Soloraya dalam Wacana Provinsi". Solopos.com. Diakses tanggal 2022-03-19.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ "Perda Jawa Tengah nomor 6 tahun 2010". jatengprov.go.id. 21 Juli 2010. hlm. 1. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-11-12. Diakses tanggal 12 November 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan