Sabtu, 17 Oktober 2026
13:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Soerachman

Bagikan:
Soerachman
Informasi pribadi
Lahir(1918-03-29)29 Maret 1918
Meninggal12 Desember 1983(1983-12-12) (umur 65)
Surabaya, Indonesia
AlmamaterPETA (1943)
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-20-TNI_Army-MG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mayor Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Soerachman (29 Maret 1918 – 12 Desember 1983) adalah purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dan mantan Panglima Kodam VIII/Brawijaya. Pada tanggal 1 September 1962, menyerakan Jabatan Panglima Kodam VIII/Brawijaya kepada penggantinya Brigjen Basuki Rahmat.

Pendidikan dan karier militer

Sekolah di H.I.S di Probolinggo, MULO di Surabaya, dan AMS di Malang dan Surabaya ya g terakhir hanya Verlaring, 2 tahun 8 bulan. Ketika Jepang datang ia masuk sekolah kader Jepang di Magelang (tiga bulan) dan Resentai di Bogor (tiga setengah bulan), keduanya berijazah. Setelah lulus ia ditempatkan sebagai Syodanco (Pimpinan Seksi) di Daidan Surabaya 1943. Pada 1944 ia naik pangkat menjadi Cudanco (Komandan Kompi) di Dai I Daidan Surabaya pada 1945, setelah pembubaran PETA ia ikut membentuk BKR di Surabaya dan menjadi Wakil Ketua BKR Yang ketuanya Sungkono.[1] Selanjutnya pada 1945-1946 ia menjadi kepala markas TKR Surabaya Dan Reg I Div VII Surabaya Pangkat nya Letnan Kolonel. Pada 1947-1962 ia menjabat kepala bagian pendidikan Divisi VII Kediri. Dan Depot Bn. Divisi VII Blitar, Dan Bn. 22/Sriti Kediri, Dan Bn. 506, Dan ERI 17/Terr V, Kastaf V, Pangdam VIII/Brawijaya lalu menjadi Perwira Tinggi yang diperbantukan Men-Pangad.

Menjabat Pangdam VIII/Brawijaya

Pada 1956, ia menjadi Kastaf Teritorium V/Brawijaya mengantikan Letnan Kolonel Basuki Rahmat. Upacara pelantikannya dihadiri oleh Kolonel Sungkono yang mewakili Kasad dan Kolonel Kretarto serta para perwira, Saat itu ia juga menjabat Kastaf Harian Penguasa Perang Daerah Jatim, dan mengeluarkan surat-surat perintah penguasa Perang Jatim. Pada 1 September 1962, Brigjen Soerachman menyerahkan jabatan selaku Panglima Kodam VIII/Brawijaya kepada penggantinya Brigjen Basuki Rahmat. Kemudian Brigjen Soerachman di perbantukan pada Men/Pangad di Jakarta. Terhitung sejak 1 November 1971 Pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal. Dan dengan Keppres RI, 24 Februari 1972 ia menjalani pensiun.

Riwayat Jabatan

  • Syodanco (Pimpinan Seksi) Daidan Surabaya (1943-1944)
  • Cudanco (Komandan Kompi) Dai I Daidan Surabaya (1945)
  • Wakil Ketua BKR Surabaya (1945-1946)
  • Kepala Markas TKR Surabaya
  • Dan Reg I Divisi VII Surabaya (1947)
  • Kepala Bagian Pendidikan Divisi VII Kediri
  • Komandan Depot Batalyon Divisi VII Blitar
  • Komandan Batalyon 22/Sriti Kediri
  • Komandan Batalyon 506/Sriti
  • Dan ERI 17/Terr V
  • Kepala Staf V
  • Pangdam VIII/Brawijaya
  • Pati Men-Pangad

Meninggal

Soerachman meninggal dunia pada 12 Desember 1983, di RS Dr. Soetomo, Surabaya pada usia 65 tahun akibat penyakit jantung, kencing manis dan radang tenggorokan yang dideritanya.[2]

Referensi

Jabatan militer
Didahului oleh:
Brigjen TNI M. Sarbini
Pangdam VIII/Brawijaya
1959-1962
Diteruskan oleh:
Brigjen TNI Basuki Rahmat


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan