Selasa, 22 September 2026
23:43 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Slondok

Slondok adalah makanan ringan yang berbentuk kerupuk yang terbuat dari bahan dasar singkong dan populer di Magelang, Indonesia. Makanan ringan ini atau camilan gurih ini mulanya hanya memiliki satu rasa yakni gurih asin, tetapi seiring berkembang zaman slondok memiliki kreasi rasa seperti balado, pedas manis, dan keju. [1]

Selain di Magelang Slondok ini populer di beberapa kawasan sekitarnya, yakni Yogyakarta maupun purworejo. Sebagian wisatawan domestik membeli slondok yang biasanya untuk oleh-oleh. Uniknya, penjual tak hanya menjual slondok jadi alias siap makan, tetapi ada pula yang menjual slondok kering. Biasanya slondok kering digoreng terlebih dulu sebelum dimakan.

Slondok memiliki tekstur yang kering dan kriuk. Untuk membuat slondok, singkong dikupas lalu dicuci, kemudian diparut dan ditekan selama satu malam untuk menghilangkan kandungan airnya. kemudian di ayak dan diparut menjadi tepung kasar. Kemudian diayak kembali supaya menghasilkan tepung yang hasil dan kemudian dikukus.[2]

Bahan dan Proses Pembuatan

Bahan utama slondok adalah singkong segar yang dikupas dan dibersihkan. Singkong kemudian diparut atau ditumbuk hingga halus, diperas untuk mengurangi kadar air, lalu dibentuk menjadi bulatan kecil. Adonan tersebut direbus atau dikukus hingga matang, kemudian dijemur sampai kering. Setelah proses pengeringan, slondok digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan berwarna kekuningan.[3]

Perkembangan

Seiring dengan berkembangnya industri pangan, slondok mengalami proses komersialisasi melalui pengemasan modern dan distribusi yang lebih luas. Meskipun demikian, slondok tetap diklasifikasikan sebagai makanan tradisional yang merepresentasikan pemanfaatan bahan pangan lokal dan praktik kuliner masyarakat Jawa.[4]

Referensi

  1. Lyliana, Lea (11 Desember 2022). "Slondok, Camilan Singkong yang Renyah & Unik Khas Magelang". Goodnewsfromindonesia. Diakses tanggal 8 Juni 2024.
  2. "Slondok Adalah – Golali.id". Diakses tanggal 2024-06-08.
  3. Sastroamidjojo, S. (2010). Teknologi Pengolahan Singkong. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Tempo.co. “Singkong dan Ragam Olahan Tradisionalnya di Jawa.” Diakses 2023.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan