Rabu, 28 Oktober 2026
22:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Slavery by Another Name

Slavery by Another Name

Bagikan:
Slavery by Another Name
Slavery_by_Another_Name_%28book_cover%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
PengarangDouglas A. Blackmon
SubjekSejarah Afrika-Amerika, pencabutan hak pilih setelah era Rekonstruksi
GenreNon-fiksi
Tanggal terbit
2008
Halaman468
ISBNISBN 978-0-385-50625-0

Slavery by Another Name: The Re-Enslavement of Black Americans from the Civil War to World War II adalah sebuah buku pemenang Hadiah Pulitzer karya penulis Amerika Serikat, Douglas A. Blackmon.[1]

Buku ini mengulas kerja paksa pria dan wanita Afrika Amerika melalui sistem sewa tahanan yang diterapkan di negara-negara bagian selatan, pemerintah daerah, petani kulit putih, dan perusahaan setelah Perang Saudara Amerika Serikat sampai Perang Dunia II di Amerika Serikat Selatan. Blackmon memberikan bukti bahwa perbudakan di Amerika Serikat tidak berakhir bersama dengan Perang Saudara, tetapi terus berlanjut hingga abad ke-20.[2]

Slavery by Another Name juga merupakan judul film dokumenter berdurasi 90 menit (berdasarkan buku) yang diputar di PBS pada bulan Februari 2012 dan dapat ditonton secara daring.[3] Film ini diproduseri Catherine Allan dari Twin Cities Public Television, dibantu Mr. Blackmon, disutradarai Sam Pollard (4 Little Girls dan When the Levees Broke), ditulis Sheila Curran Bernard, dan dinarasikan oleh Laurence Fishburne. Slavery by Another Name masuk Sundance Film Festival pada bulan Januari 2012.[4]

Referensi

  1. ↑ "The Pulitzer Prizes: Ex-AJC reporter wins book award". The Atlanta Journal-Constitution. 2009-04-21. Diakses tanggal 2009-04-23.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ Maslin, Janet (April 10, 2008). "What Emancipation Didn't Stop After All". The New York Times. Diakses tanggal April 23, 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Slavery by Another Name official website". 2012-05-23. Diakses tanggal 2012-05-23.
  4. ↑ "Sundance Film Festival Film Guide". 2012-05-23. Diakses tanggal 2012-05-23.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik buku sejarah non-fiksi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan