Kamis, 08 Oktober 2026
15:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Caroline Elkins

Caroline Elkins

Bagikan:
250px-ElkinsLeiden2023.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elkins (2023)

Caroline Elkins (lahir 1969) adalah seorang profesor sejarah di Universitas Harvard.[1] Ia mempelajari pertemuan kolonial di Afrika pada abad ke-20 dan perlakuan kolonis Britania terhadap suku Kikuyu di Kenya. Ia adalah penerima beasiswa di Kennedy School of Government, Carr Centre for Human Rights Policy, Universitas Harvard tahun 2006. Karyanya, Imperial Reckoning, memaparkan informasi yang disimpan di Arsip Nasional Kenya mengenai kondisi kamp konsentrasi di Kenya.[2]

Biografi

Caroline Elkins lulus dengan predikat summa cum laude di bidang sejarah dari Universitas Princeton. Ia mendapatkan gelar Master dan Doktor dalam bidang sejarah dari Harvard. Ia mengajar tentang Afrika modern, protes di Afrika Timur, hak asasi manusia di Afrika, dan kekejaman kolonial Britania Raya pada abad ke-20.

Karya

Penghargaan

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Caroline Elkins' faculty web page at Harvard[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Bergner, Daniel (2005-01-30). "'Imperial Reckoning' and 'Histories of the Hanged': White Man's Bungle". The New York Times.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan