Selasa, 13 Oktober 2026
15:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Sivriada

Sivriada

Bagikan:
330px-Sivriada.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sivriada dilihat dari timur

Sivriada (bahasa Yunani:Ὀξεία, Oxeia) juga dikenal sebagai Hayırszada adalah salah satu pulau di Kepulauan Pangeran, Laut Marmara, dekat Istanbul. Pulau yang memiliki luas 0,05 km² ini secara resmi bagian dari distrik Adalar, Provinsi Istanbul, Turki.

Sivriada sering digunakan oleh tokoh agama Bizantium sebagai tempat ibadah yang damai, dan oleh kaisar Bizantium dijadikan sebagai penjara yang bagus untuk menahan orang-orang terkemuka yang mereka anggap merepotkan. Orang terkenal pertama yang dipenjarakan di pulau itu atas perintah kaisar Nikephoros I adalah Plato dari Sakkoudion, paman dari pemuka agama terkenal Theodoros Stoudites, karena mendukung keponakannya dalam konfliknya dengan kaisar. Orang terkenal lainnya yang tinggal di pulau itu karena alasan agama dan politik adalah Gebon, Basil Skleros, Nikephoritzes (kepala menteri Michael VII Doukas), Patriark John dari Antiokhia dan Patriark Michael II dari Konstantinopel. Kuburan orang-orang yang meninggal di pulau itu selama periode Bizantium masih bisa dilihat sampai sekarang.[1]

Reruntuhan pemukiman Romawi dan biara Bizantium abad ke-9 masih terlihat di pantai, dekat dengan tempat nelayan, sebuah dermaga kecil yang sering digunakan oleh kapal pesiar. Bangunan paling penting di pulau itu dibangun pada abad ke-9 M, diantaranya sebuah gereja, kapel yang didedikasikan untuk para martir religius, sebuah biara di ujung timur (dengan temboknya masih terlihat sampai sekarang) dan sebuah waduk di tengah pulau ( bagian yang masih dapat dilihat).

Pada tahun 1911, dalam sebuah acara yang disebut "Pembantaian Anjing Hayırsızada", Gubernur Istanbul memerintahkan anjing-anjing liar di jalanan untuk ditangkap dan diasingkan ke Sivriada. Sekitar 80.000 anjing terbunuh selama pembantaian itu, sebagian besar karena kelaparan dan kehausan di tanah tandus pulau itu, dan beberapa karena tenggelam ketika mereka mencoba melarikan diri dari kondisi pulau yang mengerikan. Gempa bumi hebat yang terjadi segera setelah peristiwa itu dianggap oleh penduduk setempat sebagai "hukuman Tuhan karena menelantarkan anjing". Itulah mengapa pulau ini dikenal sebagai Sivriada dan Hayırszada ("pulau yang tidak menguntungkan").[2][3][4][5]

Referensi

  1. ↑ "Sivriada". Municipality of Adalar (Princes Islands). Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-02. Diakses tanggal 14 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Animal Party to commemorate four-legged massacre victims". Today's Zaman. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Oktober 2014. Diakses tanggal 1 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Activists apologize to stray dogs killed by Unionist government". Today's Zaman. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Oktober 2014. Diakses tanggal 1 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Street Dog Genocide: The Sad History of Turkish Street Dogs". A Street Dog's History. Diarsipkan dari asli tanggal 6 Oktober 2014. Diakses tanggal 1 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Avedikian, Serge. "Chien d'Histoire". Youtube. La Fabrique Production and Anadolu Kültür. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-07. Diakses tanggal 14 November 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan