Sabtu, 26 September 2026
22:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sistem kabel Batam-Rengit

Sistem kabel Batam-Rengit

BRCS
250px-Batam-Rengit_cable_system.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis kabelFibre-optic
Mulai dibangun2006
Selesai dibangun2007
Kapasitas maksimum10 gbit/dtk
PembangunNokia Siemens Network
Titik pendaratanJakarta, Indonesia
Port Hedland, Western Australia
JangkauanJawa-Sumatera-Kalimantan
PemilikXL Axiata, Telekom Malaysia

Sistem kabel Batam Rengit (bahasa Inggris: Batam Rengit cable system, disingkat BRCS) adalah kabel komunikasi bawah laut sepanjang 63 kilometer milik XL Axiata dan Telekom Malaysia (TM). BRCS akan menjadi jembatan penghubung jaringan XL di Indonesia dengan jaringan Telekom Malaysia (TM).[1] Investasi awal pembuatan kabel ini sekitar US$ 10 Juta.[2]

Proyek kabel BRCS diresmikan pada November 2006 dengan nota kesepahaman proyek berisi hal operasional dan perawatan. Dalam perjanjian tersebut, XL bertanggung jawab menyiapkan kabel optik bawah laut dari Batam ke Malaysia. Lalu TM menyiapkan stasiun pengendali jaringan di Malaysia dan jaringan transmisi penghubung.[1]

Kapasitas kabel ini memiliki 48 core dengan setiap satu pasang kabel (2 core) berkapasitas inisial sebesar 10 Ghz. Teknologi yang diimplementasikan dalam kabel ini berupa Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) dan dapat ditingkatkan hingga satuan terabit per detik. Waktu tunda (delay) transmisi diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan satelit komunikasi. Kabel ini telah digunakan sejak tahun 2007. Layanan yang ditangani oleh kabel ini adalah komunikasi data dan suara berbasis internet.[3]

Rujukan

  1. 1 2 (Inggris) Taputkab. "XL Siapkan Koneksi Internasional Kabel Laut". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ "Punya Kabel Laut, XL Masih Harapkan SLI". Detik. 12/11/2007.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "XL Operasikan Kabel Laut Batam – Malaysia". Detik. 12/11/2007.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan