Jumat, 23 Oktober 2026
10:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Sistem kabel Batam-Rengit

Sistem kabel Batam-Rengit

Bagikan:
BRCS
250px-Batam-Rengit_cable_system.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis kabelFibre-optic
Mulai dibangun2006
Selesai dibangun2007
Kapasitas maksimum10 gbit/dtk
PembangunNokia Siemens Network
Titik pendaratanJakarta, Indonesia
Port Hedland, Western Australia
JangkauanJawa-Sumatera-Kalimantan
PemilikXL Axiata, Telekom Malaysia

Sistem kabel Batam Rengit (bahasa Inggris: Batam Rengit cable system, disingkat BRCS) adalah kabel komunikasi bawah laut sepanjang 63 kilometer milik XL Axiata dan Telekom Malaysia (TM). BRCS akan menjadi jembatan penghubung jaringan XL di Indonesia dengan jaringan Telekom Malaysia (TM).[1] Investasi awal pembuatan kabel ini sekitar US$ 10 Juta.[2]

Proyek kabel BRCS diresmikan pada November 2006 dengan nota kesepahaman proyek berisi hal operasional dan perawatan. Dalam perjanjian tersebut, XL bertanggung jawab menyiapkan kabel optik bawah laut dari Batam ke Malaysia. Lalu TM menyiapkan stasiun pengendali jaringan di Malaysia dan jaringan transmisi penghubung.[1]

Kapasitas kabel ini memiliki 48 core dengan setiap satu pasang kabel (2 core) berkapasitas inisial sebesar 10 Ghz. Teknologi yang diimplementasikan dalam kabel ini berupa Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) dan dapat ditingkatkan hingga satuan terabit per detik. Waktu tunda (delay) transmisi diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan satelit komunikasi. Kabel ini telah digunakan sejak tahun 2007. Layanan yang ditangani oleh kabel ini adalah komunikasi data dan suara berbasis internet.[3]

Rujukan

  1. 1 2 (Inggris) Taputkab. "XL Siapkan Koneksi Internasional Kabel Laut". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-16.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. ↑ "Punya Kabel Laut, XL Masih Harapkan SLI". Detik. 12/11/2007.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "XL Operasikan Kabel Laut Batam – Malaysia". Detik. 12/11/2007.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan