Selasa, 13 Oktober 2026
07:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Sinema Jerman

Sinema Jerman

Bagikan:
Sinema Jerman
250px-Bundesarchiv_Bild_146-1988-035-15%2C_Berlin%2C_Wintergarten.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bioskop Wintergarten Berlin adalah tempat dari sinema pertama, dengan sebuah film pendek yang dipersembahkan oleh Skladanowsky bersaudara pada 1 November 1895
Jumlah layar4,637 (2014)[1]
 • Per kapita6.2 per 100,000 (2011)[2]
Distributor utamaWarner 19.5%
Walt Disney 11.5%
Sony Pictures 11.1%[3]
Film fitur yang diproduksi (2011)[4]
Fiksi128 (60.4%)
Animasi5 (2.4%)
Dokumenter79 (37.3%)
Jumlah admisi (2014)[1]
Total121,740,690
 • Per kapita1.50 (2014)
Film nasional32,100,000 (26,7%)
Keuntungan Box Office (2014)[1]
Total€980 juta

Sinema Jerman merujuk kepada industri film yang berbasis di Jerman dan telah diperdagangkan pada akhir abad ke-19. Sinema Jerman membuat kontribusi artistik dan teknikan utama dalam bidang film pada 1918-1933.

Tidak seperti sinema nasional lainnya, yang dikembangkan dalam sistem politik yang stabil dan relatif berkelanjutan, sinema Jerman mengalami perubahan-perubahan besar dengan identitasnya pada abad ke-20. Perubahan-perubahan tersebut karena periodisasi sinema nasional sampai keberhasilan pada zaman dan gerakan yang berbeda.[5]

Bacaan tambahan

Budaya Jerman
  • Bergfelder, Tim, et al. eds. The German Cinema Book (2008)
  • Blaney, Martin. Symbiosis or Confrontation? (Bonn, 1992)
  • Brockman, Stephen. A Critical History of German Film (2011)
  • Garncarz, Joseph, and Annemone Ligensa, eds. The Cinema of Germany (Wallflower Press, distributed by Columbia University Press; 2012) 264 pages; analyses of 24 works from silent movies to such contemporary films as "Good Bye, Lenin!"
  • Hake, Sabine. German National Cinema (2002; 2nd ed. 2008)
  • Heiduschke, Sebastian. East German Cinema: DEFA and Film History (2013)
  • Hoffman, Kay 1990 Am Ende Video – Video am Ende? Berlin
  • Kapczynski, Jennifer M. and Michael D. Richardson, eds. (2012) A New History of German Cinema (Rochester Camden House, 2012) 673 pp. online review
  • Kracauer, Siegfried. (2004) From Caligari to Hitler: A Psychological History of the German Film. Princeton: Univ. of Princeton Press. ISBN 0-691-11519-2
  • Schneider, Irmela 1990 Film, Fernsehen & Co. Heidelberg.
  • Fay, Jennifer. 2008. Theaters of Occupation: Hollywood and the Reeducation of Postwar Germany. Minneapolis: Univ. of Minnesota Press. ISBN 978-0-8166-4745-3

Referensi

  1. 1 2 3 "Marktdaten - Kinoergebnisse". FFA - Filmförderungsanstalt. Diakses tanggal 25 Maret 2015.
  2. ↑ "Table 8: Cinema Infrastructure - Capacity". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 5 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Table 6: Share of Top 3 distributors (Excel)". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 5 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Table 1: Feature Film Production - Genre/Method of Shooting". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 5 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Pam Cook (2007). The Cinema Book. London: British Film Institute. hlm. 207. ISBN 978-1-84457-192-5.

Pranala luar

Templat:Kotak navigasi sinema dunia

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan