Jumat, 16 Oktober 2026
16:04 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Sindrom Uner Tan

Bagikan:

Sindrom Uner Tan, sindrom Unertan atau SUT adalah suatu sindrom yang ditemukan oleh ahli biologi evolusioner dari Turki, Üner Tan. Orang yang terkena sindrom ini berjalan dengan lokomosi quadrupedal dan menderita kemampuan berbicara primitif dan retardasi mental berat. Tan berpostulasi bahwa ini adalah contoh dari "evolusi terbalik". [1] Sindrom ini diperkenalkan dalam dokumenter BBC Two tahun 2006 berjudul The Family That Walks On All Fours ("Keluarga yang Berjalan dengan Empat Kaki").

Kasus-kasus

Keluarga Ulaş

Sembilan puluh Keluarga Ulas dari pedalaman selatan Turki adalah contoh utama dari sindrom ini. Tan mendeskripsikan lima anggota berjalan dengan gaya quadrupedal menggunakan kaki dan telapak tangan mereka. Pada bayi, yang mana hal ini jarang tetapi sebuah tahap normal awal dan terkadang kemudian berjalan bipedal, gaya berjalan seperti itu disebut dengan "rangkak-beruang". Anggota keluarga yang terserang sindrom tersebut juga mengalami retardasi mental berat dan kemampuan berbicara yang primitif. Tan mengajukan bahwa ini adalah gejala dari sindrom Uner Tan. [1]

Namun, Nicholas Humphrey, John Skoyles, dan Roger Keynes telah membantah bahwa gaya mereka karena dua fenomena langka yang datang bersamaan. [2] Pertama, bukannya berawal dengan merangkak saat bayi dengan lutut mereka, mereka mulai belajar bergerak dengan "rangkak-beruang" dengan kaki mereka. [2] Kedua, karena cacat otak kongenital, mereka merasa keseimbangan pada dua kaki sangat sulit. [2] Karena hal tersebut, perkembangan motor mereka disalurkan mengubah rangkak-beruang sebagai pengganti dari bipedalisme. [2]

Secara habitat dan genetis, SUT berbeda dari sindrom disequilibrium (DES - Hagberg et al. (1972)), menurut sebuah penelitian. [3]

Empat pria, dua wanita

Pada Januari 2008, Tan melaporkan keluarga lain (empat pria dan dua wanita) berlokasi di Turki bagian selatan. [4]

Lain

Empat kasus berbeda lainnya dalam keluarga-keluarga dideskripsikan dalam tingkatan berbeda mengalami SUT di antara sepuluh orang. Pria lebih mudah terjangkit daripada wanita. [3] Beberapa individu tidak sadar dengan waktu, kekurangan bahasa, memiliki retardasi mental berat tanpa ada pengalaman sadar dan berkomunikasi dengan suara keruh. Dua pria tidak bisa berdiri, sementara di kasus lainnya, bisa berdiri tetapi tidak bisa melangkah saat tegak. Kasus-kasus yang sedikit berat berjalan dengan jari kaki, yang mana merupakan sebuah fase normal dalam gaya perkembangan anak.

Lihat juga

Lihat untuk pertimbangan: Uner Tan syndrome: history, clinical evaluations, ganetics, and the dynamics of human qaudrupedalism. The Open Neurology Journal, 2010, 4, 78-89.

Catatan

  1. 1 2 Tan U (Maret 2006). "A new syndrome with quadrupedal gait, primitive speech, and severe mental retardation as a live model for human evolution". Int. J. Neurosci. 116 (3): 361–9. doi:10.1080/00207450500455330. PMID 16484061.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Humphrey, N., Keynes, R. & Skoyles, J. R. (2005). "Hand-walkers: five siblings who never stood up" (PDF). Discussion Paper. London, UK: Centre for Philosophy of Natural and Social Science.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. 1 2 http://cogprints.org/5858/1/UTS_A_CASE_SERIES%2C_IJN%2C_1%2C_1-26%2C_2008.pdf
  4. ↑ Tan U, Karaca S, Tan M; et al. (Januari 2008). "Unertan syndrome: a case series demonstrating human devolution". Int. J. Neurosci. 118 (1): 1–25. doi:10.1080/00207450701667857. PMID 18041603.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan