Minggu, 08 November 2026
19:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Simon Spoor

Simon Spoor

Jenderal Belanda

Bagikan:
Simon Spoor
250px-Simon_Spoor_%281948%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simon Spoor pada tahun 1948
Lahir(1902-01-12)12 Januari 1902
Amsterdam, Belanda
Meninggal25 Mei 1949(1949-05-25) (umur 47)
Jakarta, Indonesia
Pengabdian Belanda
Dinas/cabangTentara Kerajaan Hindia Belanda
Lama dinas1923–1949
Pangkat40px-Royal_Netherlands_East_Indies_Army%2C_Koninklijk_Nederlandsch-Indisch_Leger_Tentara_Kerajaan_Hindia_Belanda_Rank_Insignia_KNIL_1942-1950_Generaal_General.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Jenderal
KomandanKepala Staf Tentara Kerajaan Hindia Belanda
Perang/pertempuranPerang Dunia II
Revolusi Nasional Indonesia
Penghargaan
Pasangan
  • Louise Anna Marie Ooms
    ​
    ​
    (m. 1923;c. 1938)​
  • Rika Cornelia Kroeze
    ​
    ​
    (m. 1938;c. 1947)​
  • Harmanna Trijntje Dijkema
    ​
    ​
    (m. 1947)​
Anak1

Jenderal Simon Hendrik Spoor (pelafalan dalam bahasa Belanda:[ˈsimɔnˈɦɛndrɪkspoːr]; 12 Januari 1902 – 25 Mei 1949) adalah Kepala Staf Tentara Kerajaan Hindia Belanda dan Angkatan Darat Kerajaan Belanda di Hindia Belanda, dari tahun 1946 hingga 1949, selama Revolusi Nasional Indonesia.

Karier

Spoor menempuh pendidikan di sekolah menengah di Den Haag, sekolah kadet di Alkmaar, dan Akademi Militer Kerajaan di Breda.[1] Pada tahun 1923, ia diangkat sebagai letnan dua infanteri dan diperbantukan ke Tentara Kerajaan Hindia Belanda sejak tahun 1924 di Borneo Belanda. Dari tahun 1929 sampai 1932, ia belajar di Sekolah Tinggi Perang di Den Haag. Setelah bertugas di Staf Umum di Bandung selama dua tahun, pada tahun 1934 ia mengambil posisi sebagai pengajar strategi dan taktik di Akademi Militer Kerajaan di Breda. Pada tahun 1938, Spoor kembali ke Hindia Belanda, sebagai Kepala Departemen Urusan Politik Staf Umum dan Sekolah Tinggi Perang di Bandung. Ia mengajar Hukum Perang dan Darurat Militer Hindia Belanda. Ia juga menjadi pegawai militer 'Javabode'.

Perang Dunia II

Pada bulan Maret 1942, Spoor termasuk dalam kelompok terbatas pejabat senior dan staf militer yang hijrah ke Australia setelah komando tinggi Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) di Jawa menyerah kepada Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Ia ditugaskan untuk membentuk Netherlands Forces Intelligence Service (NEFIS). Ia menjadi anggota staf bagi Jenderal Amerika Douglas MacArthur selama kampanye Nugini dan turut serta dalam invasi tersebut bersama Jenderal MacArthur.

Revolusi Nasional Indonesia

Berdasarkan Dekret Kerajaan tanggal 19 Januari 1946, Kolonel Spoor yang saat itu berusia 44 tahun diangkat menjadi komandan angkatan darat di Hindia Belanda dengan pangkat sementara letnan jenderal. Pada tanggal 31 Januari, ia mengambil alih komando dari Letnan Jenderal L.H. van Oyen. Pada Maret 1946, Mayor Jenderal D.C. Buurman van Vreeden, serta Spoor yang sebelumnya merupakan perwira staf KNIL, ditugaskan kepadanya sebagai Kepala Staf, dan Mayor Julius Tahija menjadi ajudan pribadinya.

Secara operasional, komandan angkatan darat bertugas di Hindia Belanda, hingga musim gugur 1946, di bawah Komando Asia Tenggara (SEAC) (di bawah Mountbatten), sehingga hanya sejumlah kecil pasukan Belanda yang diizinkan berada di Jawa. Mulai September 1946, integrasi pasukan Belanda yang datang dari Belanda ke dalam pasukan KNIL membutuhkan organisasi yang besar dan rumit.

Ia memimpin dua serangan militer besar Belanda (bahasa Belanda: Politionele acties) ke Jawa melawan posisi Republik Indonesia; Operasi Product dan Operasi Kraai.

Kematian

250px-Generaal_Spoor_graf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Spoor ca 1949

Jenderal Spoor meninggal dunia secara mendadak pada tanggal 25 Mei 1949.[2] Ia dimakamkan pada tanggal 28 Mei 1949 di Ereveld Menteng Pulo, Jakarta, di tengah-tengah 'anak buahnya'. Sebagian pihak menduga ia diracun, namun sejarawan Belanda Jaap de Moor menjelaskan dalam biografi Jenderal Spoor bahwa ia hanyalah seorang 'pria yang kelelahan akibat beban kerja berlebih'.

Pangkat

  • 31 Juli 1923: Letnan Dua
  • 31 Juli 1926: Letnan Satu
  • 23 November 1934: Kapten
  • 27 Mei 1943: Mayor
  • 10 Januari 1944: Letnan Kolonel
  • 17 Februari 1945: Kolonel
  • 19 Januari 1946: Mayor Jenderal (sementara Jenderal-Mayor, juga Komandan Angkatan Darat)
  • 2 September 1946: Letnan Jenderal
  • 23 Mei 1949: Jenderal

Penghargaan dan dekorasi

250px-Borstbeeld_Generaal_Simon_Hendrik_Spoor_Nationaal_Indi%C3%AB-monument_1945-1962_Roermond.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Jenderal Simon Hendrik Spoor Monumen Nasional Indië 1945–1962 Roermond
  • Komandan Orde Militer Willem (anumerta, Juni 1949)[1]
  • Ksatria Orde Singa Belanda[1]
  • Komandan Orde Oranye-Nassau dengan Pedang[1]
  • Singa Perunggu
  • Medali Kebebasan dari perunggu (Amerika Serikat)[1]
  • Salib Perwira[1]
  • Salib Mobilisasi 1914–1918[1]
  • Salib Peringatan Perang dengan pengait Hindia Belanda 1941–1942[1]
  • Dekorasi untuk Ketertiban dan Perdamaian dengan lencana untuk tahun 1945, 1946, 1947, 1948, dan 1949[1]

Pada bulan April 2009, jandanya, Mans Spoor-Dijkema, menyerahkan medali-medali milik Spoor kepada museum Bronbeek tempat seragamnya sudah dipamerkan.


Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Generaal S. H. Spoor". Het Vergeten Leger (dalam bahasa Dutch). Diakses tanggal 5 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Biografi
Jabatan militer
Didahului oleh:
Ludolph Hendrik van Oyen
Komandan KNIL
1946-1949
Diteruskan oleh:
Dirk Cornelis Buurman van Vreeden


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan