Minggu, 18 Oktober 2026
11:28 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Simon Grunau

Bagikan:

Simon Grunau (meninggal sekitar tahun 1530) adalah penulis Preussische Chronik, karya tulis pertama mengenai sejarah Prusia. Satu-satunya informasi pribadi mengenai dirinya yang diketahui adalah informasi yang ia tulis sendiri di dalam karyanya: bahwa ia adalah seorang pendeta Dominikan dari Tolkemit (Tolkmicko) di dekat Frauenburg (Frombork) di sebelah utara Elbing (Elbląg) di Negara Ordo Teutonik.[1] Ia berkhotbah di Danzig (Gdańsk) dan mengklaim bahwa ia pernah bertemu dengan Paus Leo X dan Raja Polandia Sigismund I yang Tua. Kroniknya ditulis dalam bahasa Jerman, tetapi tahun pembuatannya tidak diketahui secara pasti (kemungkinan antara tahun 1517 hingga 1529). Buku ini terdiri dari 24 bab yang berisi tentang bentang alam, pertanian, penghuni, adat istiadat dan sejarah orang-orang Prusia lama dari masa paling awal hingga sekitar tahun 1525 (ketika Kadipaten Prusia yang Protestan didirikan).[2] Di dalam buku ini juga terdapat ratusan kosakata dalam bahasa Prusia. Walaupun isinya penuh dengan prasangka dan didasarkan pada sumber yang meragukan, karya ini sangat populer dan menjadi sumber utama informasi mengenai mitologi Prusia.[3] Kronik ini disebarkan sebagai manuskrip yang sering disalin dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1876. Namun, sebagian besar sejarawan modern menganggap Preussische Chronik sebagai karya fiksi.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Puhvel, Jaan (1974). "Indo-European Structure of Baltic Pantheon". Myth in Indo-European antiquity. University of California Press. hlm. 79. ISBN 0-520-02378-1.
  2. 1 2 Simas Sužiedėlis, ed. (1970–1978). "Grunau, Simon". Encyclopedia Lituanica. Vol. II. Boston, Massachusetts: Juozas Kapočius. hlm. 393–394. LCC 74-114275.
  3. ↑ Friedrich, Karin (2000). The Other Prussia: Royal Prussia, Poland and Liberty, 1569-1772. Cambridge University Press. hlm. 81–84. ISBN 0-521-58335-7.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan