Senin, 28 September 2026
15:06 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Siklon Bhola 1970

Siklon Bhola 1970

Siklon Bhola 1970
250px-15B_1970-11-12_0956Z.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Citra satelit cuaca ITOS 1 menunjukkan siklon yang melanda Pakistan Timur pada 12 November
Sejarah meteorologi
Terbentuk8 November 1970 (1970-11-08)
Menghilang13 November 1970 (1970-11-13)
Badai siklon sangat parah
3-minute sustained (IMD)
Angin tertinggi100
Tekanan terendah960 hPa (mbar); 28,35 inHg
Siklon tropis setara Kategori 4
1-minute sustained (SSHWS/JTWC)
Angin tertinggi130
Efek keseluruhan
Korban jiwa300.000–500.000
(Siklon tropis paling mematikan yang tercatat)
Kerusakan$86.4 juta (1970 USD)
Daerah yang terkena dampakPakistan Timur dan India
Bagian dari Musim siklon Samudra Hindia Utara 1970

Siklon Bhola 1970 adalah siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat, sekaligus salah satu bencana kemanusiaan paling mematikan yang pernah tercatat.[1] Siklon ini melanda Pakistan Timur (sekarang Bangladesh) dan Benggala Barat di India pada 12 November 1970. Setidaknya 300.000 orang tewas dalam badai tersebut, kemungkinan sebanyak 450.000 orang, terutama akibat gelombang badai yang membanjiri sebagian besar pulau-pulau dataran rendah di Delta Gangga. Bhola adalah badai siklon keenam dan terkuat pada musim siklon Samudra Hindia Utara 1970.[2]

Siklon ini terbentuk di atas Teluk Benggala bagian tengah pada 8 November dan bergerak ke utara, semakin intensif. Puncaknya dengan kecepatan angin 185 km/jam (115 mph) pada 10 November, dan mendarat di pesisir Pakistan Timur pada sore berikutnya. Gelombang badai menghancurkan banyak pulau lepas pantai, menyapu bersih desa-desa dan menghancurkan tanaman pangan di seluruh wilayah. Di upazila Tazumuddin yang paling parah terdampak, lebih dari 45% dari 167.000 penduduk tewas akibat badai tersebut.

Pemerintah Pakistan, yang dipimpin oleh pemimpin junta Jenderal Yahya Khan, dikritik karena keterlambatannya dalam menangani operasi bantuan pascabadai, baik oleh para pemimpin politik lokal di Pakistan Timur maupun oleh media internasional. Respons yang buruk dan diskriminatif dari pemerintah Pakistan Barat menyebabkan kekecewaan yang semakin meluas di kalangan rakyat Pakistan Timur, yang memungkinkan oposisi Liga Awami meraih kemenangan telak di provinsi tersebut dalam pemilihan umum yang berlangsung sebulan kemudian serta Perang Kemerdekaan Bangladesh 7 bulan kemudian.[3]

Sejarah meteorologi

330px-15B_1970_path.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menggambarkan jalur dan kekuatan badai, menurut skala Saffir–Simpson
Map key
  Depresi tropikal (≤38 mph, ≤62 km/h)
  Badai tropikal (39–73 mph, 63–118 km/h)
  Kategori 1 (74–95 mph, 119–153 km/h)
  Kategori 2 (96–110 mph, 154–177 km/h)
  Kategori 3 (111–129 mph, 178–208 km/h)
  Kategori 4 (130–156 mph, 209–251 km/h)
  Kategori 5 (≥157 mph, ≥252 km/h)
  Tidak diketahui
Tipe badai
▲ Siklon ekstratropikal / Sisa badai / Gangguan tropis / Depresi monsoon

Siklon tersebut terbentuk di Teluk Benggala tengah pada tanggal 8 November dan bergerak ke utara, dan semakin intensif. Badai ini mencapai puncaknya dengan kecepatan angin mencapai 185 km/jam (115 mph) pada 10 November, dan mendarat di pantai Bangladesh Timur pada sore berikutnya. Gelombang badai menghancurkan banyak pulau lepas pantai, menyapu bersih desa-desa dan menghancurkan tanaman pangan di seluruh wilayah.[4] Di upazila yang terkena dampak paling parah, Tazumuddin, lebih dari 45% dari 167.000 populasi tewas akibat badai.[5]

330px-Patuakhali_in_Bhola_Cyclone_1970.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerusakan di Bangladesh akibat Siklon Bhola

Siklon Bhola adalah siklon tropis paling mematikan yang pernah tercatat dan juga salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern. Jumlah korban meninggal akibat badai siklon ini sama, dibandingkan dengan Gempa bumi Tangshan 1976, Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, dan Gempa bumi Haiti 2010, namun karena ketidakpastian mengenai jumlah kematian pada keempat bencana tersebut, maka tidak diketahui mana bencana yang paling mematikan.

Referensi

  1. ↑ "World's deadliest tropical cyclone was 50 years ago". public.wmo.int (dalam bahasa Inggris). 2020-11-12. Diakses tanggal 2022-12-26.
  2. ↑ Julian Francis (November 9, 2019). "Remembering the great Bhola cyclone". Dhaka Tribune. Diakses tanggal Februari 24, 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "The 16 deadliest storms of the last century". Business Insider India. September 13, 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 7, 2022. Diakses tanggal Februari 23, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "World's deadliest tropical cyclone was 50 years ago". public.wmo.int (dalam bahasa Inggris). 2020-11-12. Diakses tanggal 2022-12-26.
  5. ↑ "World: Highest Mortality, Tropical Cyclone". World Meteorological Organization's World Weather & Climate Extremes Archive. Arizona State University. November 12, 2020. Diakses tanggal Februari 23, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan