Jumat, 30 Oktober 2026
02:29 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Shin Daewe

Bagikan:

Shin Daewe (Burma: ရှင်ဒေဝီ; nama lahir Cho Cho Hnin (Burma: ချိုချိုနှင်း) pada tahun 1973) adalah seorang pembuat film dokumenter asal Burma (Myanmar).[1] Ia merupakan salah seorang perempuan pelopor pembuat film dokumenter di Myanmar.[1]

Karier

Pada awal kariernya sepanjang periode 1990-an, Shin Daewe mulai dikenal sebagai penyair dan aktif dalam gerakan puisi modern bernama New Century Defile di Universitas Rangoon (sekarang Universitas Yangon).[1] Ia dikenal sebagai aktivis yang terlibat dalam berbagai aksi protes dalam pemberontakan 8888.[2] Ia dipenjara selama satu bulan pada tahun 1990 dan satu tahun pada tahun 1991 karena membagikan poster dan puisi untuk mengenang Phone Maw, seorang mahasiswa Univeritas Rangoon yaang ditembak mati saat mengikuti pemberontakan 1988.[3] Ia menghabiskan seluruh masa mudanya di bawah pemerintahan militer.[3] Kariernya mulai berkembang ketika ia bergabung dengan Audio Visual (AV) Media, sebuah perusahaan film dokumenter swasta pertama di Burma, pada tahun 1997 sampai 2000 sebagai asisten produser.[1][3] Pada tahun 2000-an ia pernah menerbitkan majalah mode, sebelum akhirnya berkarier sebagai wartawan pada Democratic Voice of Burma (DVB) dan pembuat film dokumenter.[1]

Pada tahun 2006, ia menempuh pendidikan di Yangoon Film School dan menjadi pembuat film paling produktif di sekolah tersebut.[4] Ia menikah dengan Ko Oo, seorang fotografer, yang kemudian keduanya telah bersama-sama memproduksi sejumlah film dokumenter pendek sejak tahun 2006.[4] Ia dikenal karena mendokumentasikan aksi protes prodemokrasi di Myanmar pada tahun 2007 yang dikenal dengan Revolusi Saffron.[5] Ia telah menerima penghargaan nasional dan internasional atas karya-karya filmnya dan ditetapkan sebagai penerima penghargaan Courage in Journalism Awards ke 35 dari International Women's Media Foundation (IWMF) pada Juni 2024.[5]

Kasus

Shin Daewe ditangkap polisi pada tanggal 15 Oktober 2023 saat mengambil drone yang dipesan secara daring untuk kebutuhan syuting film dokumenter.[6] Kepemilikan drone merupakan hal ilegal di Myanmar.[7] Pada tanggal 10 Januari 2024, ia dipenjara seumur hidup di Penjara Insein, Yangon berdasar Undang-Undang Anti-Terorisme dengan tuduhan ia ikut mendanai dan membantu teroris.[8][6]

Hal ini memantik beberapa organisasi internasional untuk menyerukan pembebasan Shin Daewe, seperti International Documentary Filmfestival Amsterdam (IDFA) Institute,[9] International Coalition for Filmmakers Risk (ICFR),[10] dan Federation of European Screen Directors (FERA).[11] Ia kemudian dibebaskan lewat amnesti pada tanggal 17 April 2026.[12][13]

Akuan pembuat film

Tahun Judul Keterangan Referensi
2008An Untitled LifeFilm pendek;
Dikenal sebagai Rahula
[14]
2009A Bright FutureFilm pendek [15]
2010Robe[16]
2013Take Me Home [17]
Now I'm 13[18]
2017 Just a Woman [19]
Yangon, the City Where We Live[20]

Penghargaan

Ia tercatat dalam daftar "Inspiring Women of Burma" yang dirilis oleh The Irrawady.[21] Shin Daewe juga masuk dalam daftar 100 Wanita versi BBC pada Desember 2024.[22]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Shin Daewe - IWMF". www.iwmf.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-27.
  2. ↑ www.oberon.nl, Oberon Amsterdam (2024-01-24). "IDFA Institute | Urgent call for the release of Myanmar filmmaker Shin Daewe". IDFA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-27.
  3. 1 2 3 Aung, San Yamin (2013-12-25). "'I've Always Looked for Ways to Expose the Country's Real Situation': Myanmar Filmmaker". The Irrawaddy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-27.
  4. 1 2 "Yangon, the City Where we Live | Visual Documentary Project". vdp.cseas.kyoto-u.ac.jp (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-27.
  5. 1 2 Editor, English (2025-11-17). "Jailed Myanmar filmmaker Shin Daewe wins Press Freedom Award". DVB (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-27.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  6. 1 2 "Myanmar jails filmmaker Shin Daewe for life for buying a drone". Committee to Protect Journalists (dalam bahasa American English). 2024-04-04. Diakses tanggal 2026-06-10.
  7. ↑ "Myanmar Filmmaker Sentenced to Life in Prison | Human Rights Watch" (dalam bahasa Inggris). 2024-01-12. Diakses tanggal 2026-06-10.
  8. ↑ Wei, Brian (2024-01-10). "Myanmar Junta Jails Award-Winning Filmmaker for Life". The Irrawaddy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-10.
  9. ↑ Editor, English (2024-01-26). "Over 100 workers from Burma arrested in Malaysia; Martin Smith says scale of crisis is unprecedented". DVB (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-10.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  10. ↑ "Release Shin Daewe! - Urgent Call for the Release of Myanmar filmmaker Shin Daewe". International Coalition for Filmmakers at Risk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-10.
  11. ↑ admin, fera (2025-01-17). "FERA and ICFR stand with Myanmar filmmaker Shin Daewe". FERA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-10.
  12. ↑ "Free at last! RSF relieved by release of Myanmar journalist and Press Freedom Award laureate Shin Daewe | RSF". rsf.org (dalam bahasa Inggris). 2026-04-17. Diakses tanggal 2026-06-10.
  13. ↑ Burmese, R. F. A. (2026-04-17). "Award-winning Burmese journalist Shin Daewe released from prison". Radio Free Asia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-10.
  14. ↑ An Untitled Life (2008) | MUBI (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2026-06-10
  15. ↑ A Bright Future (2009) (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2026-06-10
  16. ↑ Vitali, Valentina (Juni 2020). "Contemporary Women Filmmakers in Myanmar: Reflections on a Visit in February 2019". BioScope: South Asian Screen Studies. 11 (1). University of Westminster: 78–91. doi:10.1177/0974927620935754. Diakses tanggal 11 Januari 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ "New Wave of Myanmar Independent Cinema: Selected Films from Wathann Film Festival|The Yebisu International Festival for Art & Alternative Visions 2018 Multiple Future". The Yebisu International Festival for Art & Alternative Visions 2018 Multiple Future (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2026-06-10.
  18. ↑ Now I'm 13 (2014) | MUBI (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2026-06-10
  19. ↑ Just a Woman (2017) (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2026-06-10
  20. ↑ "Yangon, the City Where we Live | Visual Documentary Project". vdp.cseas.kyoto-u.ac.jp (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-06-10.
  21. ↑ ဧရာဝတီ (2016-04-07). "လေးစားအားကျဖွယ် ထက်မြက်သော အမျိုးသမီးများ (၇)". ဧရာဝတီ (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-05-27.
  22. ↑ "BBC 100 Women 2024: Who is on the list this year? - BBC News". News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2026-06-09.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan