Rabu, 14 Oktober 2026
00:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Serangan harimau

Serangan harimau

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
500px-Maneater_calcutta1903_stereoscopic.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto stereografi (1903) dari pemangsa manusia yang ditangkap di kebun binatang Kalkuta. Harimau tersebut diklaim telah menyerang 200 korban manusia.

Serangan harimau adalah sebentuk konflik manusia dengan hewan liar yang ekstrem. Serangan ini bisa terjadi dengan berbagai alasan; konon, serangan harimau melebihi serangan manusia oleh kucing besar lainnya. Kajian paling komprehensif soal jumlah kematian akibat serangan harimau menunjukkan keberadaan sekitar 373.000 korban antara tahun 1800 dan 2009, dengan rata-rata sekitar 1.800 jiwa per tahun. Kebanyakan serangan tersebut terjadi di India, Nepal dan Asia Tenggara.[1][2]

Referensi

  1. ↑ Nyhus, P. J.; Dufraine, C. E.; Ambrogi, M. C.; Hart, S. E.; Carroll, C.; Tilson, R. (2010). "Human–tiger conflict over time". Dalam Tilson, R.; Nyhus, P. J. (ed.). Tigers of the world: The science, politics, and conservation of Panthera tigris (Edisi 2nd). Burlington, Massachusetts: Academic Press. hlm. 132–135. ISBN 978-0-8155-1570-8.
  2. ↑ Auerbach, Paul (31 Oktober 2011). Wilderness Medicine E-Book (Edisi Expert Consult Premium Edition - Enhanced Online Features). Elsevier Health Sciences. hlm. 1114. ISBN 978-1455733569. Diakses tanggal 20 Maret 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • Video 6:12 'Tigers Kill Men!' A short film on rising Man and Tiger conflict and its consequences. The video depicts an encounter of human civilization with the wildlife around the conserved forests at Kaziranga.
  • Man-eaters - Comprehensive site covering man-eating tigers.
  • Tiger attacks other Tiger
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan