Sabtu, 17 Oktober 2026
08:09 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Sepak takraw

Sepak takraw

olahraga Asia Tenggara

Bagikan:
Sepak takraw
250px-Incheon_AsianGames_Sepaktakraw_09_%2815291705581%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ganda putri Sepak Takraw pada Pesta Olahraga Asia 2014 di Incheon
Induk organisasiISTAF
Standarisasi1960, Kuala Lumpur, Malaysia[1]
Jumlah tim31
Karakteristik
Kontak fisikTidak
Anggota tim2, 3, atau 4
Gender campuranTidak
Kategoriluar ruangan, dalam ruangan, pantai
Peralatanbola plastik sintetik atau rotan, net
Tempat bertandingLapangan Sepak Takraw
Keberadaan
Negara atau wilayahAsia
OlimpiadeTidak ada
ParalimpiadeTidak ada
Pekan Olahraga DuniaTidak ada

Sepak takraw adalah jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli. Olahraga ini dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis. Salah satu peraturan olahraga ini adalah pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World Championships, yang terakhir diadakan di Bangkok, Thailand. Permainan ini berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia, sepak takraw dikenal sebagai Sepak Raga. Bola terbuat dari anyaman rotan dan pemain berdiri membentuk lingkaran.

Sejarah

250px-Fashion_and_Style_of_a_Ballgame_of_Those_from_Banda_de_Bry.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah permainan bola yang disebut "Menjaga bola di atas tanah", Banda, 1601. Bolanya terbuat dari cabang yang dibengkokan.

Sejarah sepak takraw diperkenalkan ke Asia Tenggara oleh orang Tiongkok yang terinspirasi dari permainan tradisional, cuju. Permainan sejenis ini di Myanmar disebut dengan permainan chinlone, permainan tradisional yang berumur 1500 tahun.

Catatan tentang sepak raga juga terdapat dalam sejarah Melayu dan telah dimainkan semenjak Zaman Kesultanan Melayu Melaka lagi. Dalam Sulalatus Salatin ada diceritakan mengenai Raja Muhammad, putra Sultan Mansor Shah Muhammad, yang tertanggal tanjaknya akibat terkena bola raga tendangan Tun Besar. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459—1477), seorang putranya bernama Raja Ahmad telah dibuang negeri karena membunuh anak Bendahara akibat persengketaan ketika bermain sepak raga.

Di Thailand (dahulu Siam), ada bukti bahwa orang Thailand telah memainkan Sepak Takraw sejak masa Kerajaan Ayutthaya.

Di Indonesia, Sepak Takraw juga dikenal sebagai Sepak Raga dalam berbagai bahasa daerah di Indonesia. Di Sulawesi Selatan, permainan sepak takraw disebut "Raga" (pemainnya disebut "Paraga"). Dengan beberapa pria membuat lingkaran dalam kelompok, dan bermain melempar bola dari satu orang ke yang lain dengan menggunakan kakinya saja. Raga juga dimainkan dengan memperagakan beberapa trik, seperti menendang bola dan meletakkannya di kepala pemain dengan tengkolok yang dalam bahasa Makassar disebut Passapu'.

Pada sekitar tahun 1940-an hal ini berubah dengan menggunakan jaring dan peraturan angka. Di Filipina permainan ini disebut sipa, di Laos disebut dengan maradong, dan di Thailand disebut dengan takraw.

Peraturan

Peraturannya sama dengan bola voli dengan perbedaan sebagai berikut.

  1. Pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan.
  2. Pemain atau tim hanya boleh menyentuh bola 3 kali berturut-turut.
  3. Posisi pemain bertahan tidak diputar.
  4. Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
  5. Apabila masing-masing regu memenangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posisi 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.

Galeri

  • Bola Sepak takraw dari rotan
    Bola Sepak takraw dari rotan
  • Seorang anak bermain dengan bola takraw
    Seorang anak bermain dengan bola takraw
  • Sepak takraw
    Sepak takraw

Referensi

  1. ↑ "Sepaktakraw". Olympic Council of Asia. Diakses tanggal 10 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Sepak Takraw.


Ikon rintisan

Artikel bertopik olahraga ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan