Kamis, 15 Oktober 2026
19:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Senyawa uranium

Senyawa uranium

Bagikan:
250px-Ammoniumdiuranat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amonium diuranat dalam sebuah tabung.

Senyawa uranium adalah senyawa yang dibentuk oleh unsur uranium (U). Meskipun uranium adalah aktinida radioaktif, senyawanya dipelajari dengan baik karena waktu paruhnya yang panjang dan aplikasinya. Biasanya terbentuk dalam keadaan oksidasi +4 dan +6, meskipun juga dapat terbentuk dalam keadaan oksidasi lainnya.[1][2] [3][4]

Pengolahan senyawa uranium

250px-UO2_Pellet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nuclear reactor fuel pellet (Mass: 10g)

Untuk mengolah uranium menjadi bahan bakar nuklir memerlukan proses yang cukup panjang. Pertama, penambangan dengan peledak atau alat berat untuk mendapatkan bijih uranium. Bongkahan batu di chrusher untuk ukuran bijih yang kecil, kemudian proses milling untuk mendapatkan bijih uranium yang seperti bubuk (fine uranium ore).

Tahap berikutnya adalah pelindian (leaching) dengan asam sulfat untuk mendapatkan larutan uranil sulfat. Kemudian, dilakukan pemurnian dengan ion exchange untuk mendapatkan larutan konsentrat uranium (U) dan dilanjutkan dengan tahap pengendapan bertingkat menggunakan NH4OH.

Kemudian, masuk ke dalam filter dan dikeringkan untuk mendapatkan yellowcake. Dari yellowcake, diperoleh amonium diuranat dengan konsentrasi uranium lebih dari 60 persen. Yellowcake itu sudah laku dijual. Namun yellowcake belum bisa sebagai bahan bakar, karena harus dimurnikan sampai grade nuklir lebih dari 99 persen. Kemudian, dikonversi menjadi uranium heksafluorida (UF6) untuk proses pengkayaan. UF6 yang dikayakan (enriched UF6) tersebut direkonversi menjadi uranium dioksida (UO2) yang siap difabrikasi menjadi pelet, kelongsong, batang bahan bajar, dan bundel bahan bakar.

Contoh senyawa uranium
250px-Uranylnitrate_crystals.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kristal uranil nitrat

Sedangkan contoh mineral bijih uranium adalah:

250px-Uranophane.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uranofan (uranophane, Ca(UO2)2(SiO3OH)2·5H2O), atau uranotil adalah mineral langka yang mengandung unsur kalsium, uranium, dan silikon. Senyawa ini berwarna kuning dan bersifat radioaktif.

Referensi

  1. ↑ Kloprogge, J. Theo (2021). The periodic table : nature's building blocks : an introduction to the naturally occurring elements, their origins and their uses. Concepcion P. Ponce, Tom A. Loomis. Amsterdam: Elsevier. hlm. 861–862. ISBN 978-0-12-821538-8. OCLC 1223058470.
  2. ↑ "Chemical Forms of Uranium". Argonne National Laboratory. Diarsipkan dari asli tanggal 22 September 2006. Diakses tanggal 18 Februari 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Puigdomenech, Ignasi Hydra/Medusa Chemical Equilibrium Database and Plotting Software (2004) KTH Royal Institute of Technology, freely downloadable software at "Chemical Equilibrium Software". Department of Chemistry, KTH Royal Institute of Technology. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2007. Diakses tanggal 2007-09-29.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ https://www.antaranews.com/berita/1613018/batan-kalimantan-barat-memiliki-17005-ton-uranium
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan