| Sentinel-2 | |
|---|---|
| Seri satelit pengamatan daratan dalam program Copernicus | |
Sentinel-2A dengan panel surya terbentang sebelum peluncuran.[1] | |
| Identitas dan pengelolaan | |
| Program | Program Copernicus[2] |
| Jenis | Seri satelit pengindraan jauh optik[2] |
| Pengembang dan operator | Badan Antariksa Eropa (ESA)[3] |
| Wahana dan pengukuran | |
| Wahana yang diluncurkan | Sentinel-2A (2015), 2B (2017), dan 2C (2024)[3] |
| Orbit | Polar sinkron Matahari, sekitar 786 km[3] |
| Instrumen utama | Multispectral Instrument (MSI)[4] |
| Pita spektral | 13 pita pada cahaya tampak hingga inframerah gelombang pendek[3] |
| Resolusi spasial | 10, 20, atau 60 m menurut pita spektral[3] |
| Lebar sapuan | Sekitar 290 km[3] |
| Situs misi ESA · Portal data Copernicus | |
Sentinel-2 adalah seri satelit pengamatan Bumi optik dalam Program Copernicus milik Uni Eropa. Misinya menghasilkan citra multispektral untuk mengamati permukaan darat dan wilayah pesisir secara berulang. Citra tersebut digunakan untuk memetakan tutupan lahan, memantau tanaman dan hutan, serta menilai perubahan lingkungan dan dampak bencana.[2][3] Misi ini dikembangkan dan dioperasikan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA).[3]
Setiap wahana Sentinel-2 membawa Multispectral Instrument (MSI). Instrumen ini merekam 13 pita spektral dengan resolusi spasial 10, 20, atau 60 meter, bergantung pada pita yang digunakan. Karena misinya mengandalkan pantulan cahaya Matahari, awan dan kegelapan membatasi pengamatan permukaan; citra beresolusi 10 meter pun tidak berarti semua objek yang lebih kecil dari 10 meter dapat dibedakan.[3][5]
Sejarah dan wahana
Sentinel-2 disusun sebagai bagian dari kebutuhan pengamatan darat program GMES, pendahulu Copernicus. Kajian rancangan yang terbit pada 2012 menekankan kesinambungan pengamatan optik resolusi tinggi untuk layanan pemantauan lahan dan tanggap darurat.[5] Sentinel-2A diluncurkan pada 23 Juni 2015, Sentinel-2B pada 7 Maret 2017, dan Sentinel-2C pada 5 September 2024. Ketiganya diluncurkan dari Kourou, Guyana Prancis, dengan roket Vega.[3] Nama Sentinel-2 menunjuk pada keseluruhan seri misi, sedangkan huruf A, B, dan C mengidentifikasi wahana tertentu.
Rancangan misi menggunakan dua satelit identik dalam satu orbit yang terpisah fase. Dengan konfigurasi dua satelit, ESA menyebut waktu kunjungan ulang sekitar lima hari di khatulistiwa. Nilai ini merupakan selang kesempatan pengamatan geometris; citra yang benar-benar dapat dipakai juga bergantung pada awan, pencahayaan, dan kebutuhan analisis.[3][6] Wahana terbang pada orbit polar sinkron Matahari pada ketinggian sekitar 786 km. Area akuisisi sistematis mencakup daratan dan pesisir antara kira-kira 84° lintang utara dan 84° lintang selatan.[3]
Instrumen dan data
MSI merekam empat pita dengan resolusi 10 m, enam pita dengan resolusi 20 m, serta tiga pita dengan resolusi 60 m. Pita-pita tersebut meliputi cahaya tampak, inframerah dekat, dan inframerah gelombang pendek. Lebar jalur yang dipotret dalam satu lintasan sekitar 290 km. Pita tepi merah (red edge) membantu kajian keadaan vegetasi, sedangkan pita inframerah gelombang pendek membantu membedakan kelembapan tanaman, tanah, dan bekas kebakaran.[3][4]
Produk Level-1C menyajikan reflektansi di puncak atmosfer setelah koreksi geometrik; produk Level-2A menyajikan perkiraan reflektansi permukaan setelah koreksi pengaruh atmosfer. Kedua jenis produk itu tidak dapat diperlakukan sebagai ukuran langsung konsentrasi zat di lapangan. Pengguna biasanya memeriksa tutupan awan, bayangan, dan mutu piksel sebelum membandingkan beberapa tanggal pengamatan.[7][8]
Data yang diterima stasiun Bumi diproses dan diarsipkan sebelum disediakan melalui layanan akses Copernicus. ESA juga menggunakan sambungan laser melalui European Data Relay System untuk mengirim sebagian data ketika satelit berada di luar jangkauan stasiun penerima langsung.[9] Produk Sentinel dapat diakses melalui Copernicus Data Space Ecosystem; ketersediaan dan persyaratan pengguna dapat berbeda menurut cara akses yang dipilih.[10]
Pemanfaatan dan keterbatasan
Kombinasi pita MSI memungkinkan pemetaan vegetasi, lahan pertanian, hutan, badan air, dan wilayah terbakar. Perbandingan citra dari waktu yang berbeda dapat memperlihatkan pertumbuhan tanaman atau perubahan tutupan lahan. Hasil pengolahan tetap memerlukan penafsiran yang mempertimbangkan musim, kondisi atmosfer, serta data pembanding di lapangan.[3][5]

Sentinel-2 tidak membawa radar atau sensor suhu termal. Awan dapat menutupi permukaan dan pengukuran pantulan cahaya bergantung pada penerangan Matahari. Untuk pemantauan yang memerlukan pengamatan siang dan malam atau kemampuan menembus awan, data optik Sentinel-2 dapat dilengkapi dengan data radar dari Sentinel-1.[2][12]
Lihat pula
Referensi
- ↑ "File:Sentinel-2A satellite - Fully deployed.jpg". Wikimedia Commons. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 3 4 "Sentinel-2". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 "Sentinel-2: Facts and figures". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 "Sentinel-2: Instrument". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- 1 2 3 Drusch, Matthias; Del Bello, Umberto; Carlier, Séverine; Colin, Olivier; Fernandez, Veronique; Gascon, Ferran; Hoersch, Bianca; Isola, Claudia; Laberinti, Paolo; Martimort, Philippe (2012). "Sentinel-2: ESA's Optical High-Resolution Mission for GMES Operational Services". Remote Sensing of Environment. 120: 25–36. doi:10.1016/j.rse.2011.11.026. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Sentinel-2: Satellite constellation". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Sentinel-2: Data products". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Sentinel-2". Copernicus Data Space Ecosystem Documentation. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "Sentinel-2: Data flow". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "How to access data". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "File:Wildfire scar in southern France (Copernicus 2024-06-14).png". Wikimedia Commons. Diakses tanggal 2026-09-30.
- ↑ "The Sentinel missions". Badan Antariksa Eropa. Diakses tanggal 2026-09-30.