Senin, 28 September 2026
18:19 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Sentimen anti-Indonesia

Sentimen anti-Indonesia atau Indonesiafobia mengacu pada perasaan negatif dan kebencian terhadap Indonesia, orang Indonesia, dan budaya Indonesia.

Asal

Tiongkok

Diskriminasi rasial terhadap warga Tionghoa Indonesia telah menyebabkan beberapa protes di Tiongkok terhadap Indonesia.[butuh rujukan]

Australia

Masalah hak asasi manusia

Amnesty International dan pemerintah Australia mengecam keras hukuman dan eksekusi berlebihan terhadap Chan dan Sukumaran.[1][2][3] Warga Australia menyerukan boikot terhadap Bali untuk menyelamatkan Bali Nine.

Masalah Timor Timur

Meskipun pemerintah Australia awalnya mendukung kebijakan Jakarta, isu Timor Timur menciptakan sentimen anti-Indonesia di seluruh komunitas Australia.[4]

Masalah Papua

Beberapa aktivis dari warga Papua bagian barat dan para pendukungnya berpendapat bahwa pelanggaran HAM di Papua bagian barat masih sering terjadi sejak 1960an dan Penentuan Pendapat Rakyat masih dianggap cukup kontroversi bagi aktivis pro kemerdekaan papua dan menuntut untuk di adakan referendum ulang, meskipun Papua bagian barat merupakan bagian dari Hindia Belanda.

Malaysia

Karena konfrontasi Indonesia-Malaysia yang terkenal pada tahun 1963, dan tindak lanjut dari kontroversi budaya dan politik, terdapat sentimen anti-Indonesia yang menyebar di kalangan penduduk Malaysia.[5] Pada tahun 1963, tak lama setelah Indonesia menginvasi Borneo Britania, masyarakat Malaya melakukan serangkaian protes anti-Indonesia.[6]

Selama pertandingan Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 – putaran kedua AFC antara dua negara, reaksi keras dari fans Indonesia setelah tim tuan rumah mengalami kekalahan mengejutkan 2–3 dari rival Malaysia, sempat menyebabkan sikap anti-Indonesia kembali muncul dalam pertandingan tersebut.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Indonesia: 'Reprehensible' executions show complete disregard for human rights safeguards". Amnesty International. 28 April 2015. Diakses tanggal 28 Maret 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "State sanctioned killings in Indonesia: cruel, senseless and abhorrent". Amnesty International. 29 April 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Mei 2015. Diakses tanggal 29 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Indonesia executes 8 drug smugglers by firing squad". CNN. 28 April 2015. Diakses tanggal 29 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Australia dan Indonesia
  5. ↑ Clark, Marshall (November 1, 2013). "The Politics of Heritage". Indonesia and the Malay World. 41 (121): 396–417. doi:10.1080/13639811.2013.804979. S2CID 142876886 – via Taylor and Francis+NEJM.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Kemarahan Sukarno terhadap Malaysia". KOMPASIANA. Agustus 27, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Afifa, Laila (September 6, 2019). "Indonesia Vs Malaysia 2-3 Ends in Chaos". Tempo.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan