Rabu, 14 Oktober 2026
13:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Sentimen anti-Hungaria

Bagikan:

Sentimen anti-Hungaria (juga dikenal sebagai Hungarofobia,[1][2] Anti-Hungarianisme, Magyarofobia,[3] atau Antimagyarisme[4]) adalah rasa kebencian, prasangka, rasisme, atau xenofobia yang ditujukan kepada orang-orang Hungaria. Hal ini bisa melibatkan kebencian, ketidakpercayaan, intimidasi, ketakutan, dan permusuhan terhadap orang-orang Hungaria, beserta bahasa dan budayanya.

Sejarah

Selama era kerajaan Austria-Hungaria, penghuni istana di Wina mulai diliputi oleh Hungarofobia, meski para bangsawan dan pemilik tanah Hungaria juga menunjukkan gelagat Jermanofobia.[5] Pada abad ke-18, setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Rákóczi, banyak imigran datang ke bagian selatan Kerajaan Hungaria yang berpenduduk sedikit: misalnya, 800 pemukiman Jerman didirikan.[6] Pihak berwenang lebih memilih pemukim non-Hungaria, karena Habsburg menganggap orang Hungaria "secara politik tidak dapat diandalkan" sehingga tidak diizinkan untuk menetap di wilayah selatan sampai tahun 1740-an.[7] Pemindahan terorganisir itu direncanakan oleh pemerintah Habsburg. Kebijakan pemukiman merupakan contoh tindakan anti-Hungaria,[8][9] karena Habsburg takut akan pemberontakan oleh penganut Protestan berbahasa Hungaria.[10]

Ribuan orang Hungaria dibantai di Transilvania pada tahun 1848-49 (sekarang bagian dari Rumania) dalam sembilan kejadian terpisah selama Revolusi Hungaria 1848.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Viktor Karády, The Jews of Europe in the Modern Era: A Socio-Historical Outline, Central European University Press, 2004, p. 223
  2. ↑ András Bán, Hungarian-British Diplomacy, 1938-1941: The Attempt to Maintain Relations, Routledge, 2004, p. 128
  3. ↑ Boyer, John W. (2009). Culture and Political Crisis in Vienna: Christian Socialism in Power, 1897-1918. University of Chicago Press, 1995. hlm. 116. ISBN 9780226069609.
  4. ↑ Verdery, Katherine (1991). National Ideology Under Socialism: Identity and Cultural Politics in Ceauşescu's Romania. University of California Press, 1995. hlm. 317. ISBN 9780932088352.
  5. ↑ Michael Hochedlinger, Austria's Wars of Emergence: War, State and Society in the Habsburg Monarchy, 1683-1797, Pearson Education, 2003, p. 25
  6. ↑ Thomas Spira, German-Hungarian relations and the Swabian problem: from Károlyi to Gömbös, 1919-1936, East European quarterly, 1977, p. 2
  7. ↑ Károly Kocsis, Eszter Kocsisné Hodosi, Ethnic Geography of the Hungarian Minority on the Carpathian Basin[pranala nonaktif permanen], Simon Publications LLC, 1998, pp 140 -141
  8. ↑ Hídfő könyvtár, Volume 8, Issue 1, p. 48
  9. ↑ Istvàn Sisa, Magyarságtükör: nemzet határok nélkül, Püski, 2001, p. 99
  10. ↑ Tibor Iván Berend, Éva Ring, Helyünk Európában: nézetek és koncepciók a 20. századi Magyarországon, Volume 1, Magvető, 1986, p. 144
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan