Sabtu, 10 Oktober 2026
01:22 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Sentimen anti-Hungaria

Bagikan:

Sentimen anti-Hungaria (juga dikenal sebagai Hungarofobia,[1][2] Anti-Hungarianisme, Magyarofobia,[3] atau Antimagyarisme[4]) adalah rasa kebencian, prasangka, rasisme, atau xenofobia yang ditujukan kepada orang-orang Hungaria. Hal ini bisa melibatkan kebencian, ketidakpercayaan, intimidasi, ketakutan, dan permusuhan terhadap orang-orang Hungaria, beserta bahasa dan budayanya.

Sejarah

Selama era kerajaan Austria-Hungaria, penghuni istana di Wina mulai diliputi oleh Hungarofobia, meski para bangsawan dan pemilik tanah Hungaria juga menunjukkan gelagat Jermanofobia.[5] Pada abad ke-18, setelah berakhirnya Perang Kemerdekaan Rákóczi, banyak imigran datang ke bagian selatan Kerajaan Hungaria yang berpenduduk sedikit: misalnya, 800 pemukiman Jerman didirikan.[6] Pihak berwenang lebih memilih pemukim non-Hungaria, karena Habsburg menganggap orang Hungaria "secara politik tidak dapat diandalkan" sehingga tidak diizinkan untuk menetap di wilayah selatan sampai tahun 1740-an.[7] Pemindahan terorganisir itu direncanakan oleh pemerintah Habsburg. Kebijakan pemukiman merupakan contoh tindakan anti-Hungaria,[8][9] karena Habsburg takut akan pemberontakan oleh penganut Protestan berbahasa Hungaria.[10]

Ribuan orang Hungaria dibantai di Transilvania pada tahun 1848-49 (sekarang bagian dari Rumania) dalam sembilan kejadian terpisah selama Revolusi Hungaria 1848.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Viktor Karády, The Jews of Europe in the Modern Era: A Socio-Historical Outline, Central European University Press, 2004, p. 223
  2. ↑ András Bán, Hungarian-British Diplomacy, 1938-1941: The Attempt to Maintain Relations, Routledge, 2004, p. 128
  3. ↑ Boyer, John W. (2009). Culture and Political Crisis in Vienna: Christian Socialism in Power, 1897-1918. University of Chicago Press, 1995. hlm. 116. ISBN 9780226069609.
  4. ↑ Verdery, Katherine (1991). National Ideology Under Socialism: Identity and Cultural Politics in Ceauşescu's Romania. University of California Press, 1995. hlm. 317. ISBN 9780932088352.
  5. ↑ Michael Hochedlinger, Austria's Wars of Emergence: War, State and Society in the Habsburg Monarchy, 1683-1797, Pearson Education, 2003, p. 25
  6. ↑ Thomas Spira, German-Hungarian relations and the Swabian problem: from Károlyi to Gömbös, 1919-1936, East European quarterly, 1977, p. 2
  7. ↑ Károly Kocsis, Eszter Kocsisné Hodosi, Ethnic Geography of the Hungarian Minority on the Carpathian Basin[pranala nonaktif permanen], Simon Publications LLC, 1998, pp 140 -141
  8. ↑ Hídfő könyvtár, Volume 8, Issue 1, p. 48
  9. ↑ Istvàn Sisa, Magyarságtükör: nemzet határok nélkül, Püski, 2001, p. 99
  10. ↑ Tibor Iván Berend, Éva Ring, Helyünk Európában: nézetek és koncepciók a 20. századi Magyarországon, Volume 1, Magvető, 1986, p. 144
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan