Senin, 28 September 2026
06:10 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Senjata api

Senjata api

Senjata yang meluncurkan sebuah proyektil yang didorong oleh gas pembakaran propelan

Artikel ini bukan mengenai Senjata api tangan.
250px-German_WW_I_rifles_and_pistols.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berbagai jenis senjata api ringan era Perang Dunia I.

Senjata api, disingkat senpi (bahasa Inggris:firearm) adalah senjata yang melepaskan satu atau lebih proyektil yang didorong dengan kecepatan tinggi oleh gas yang dihasilkan oleh pembakaran suatu propelan. Proses pembakaran cepat ini secara teknis disebut deflagrasi. Senjata api dahulu umumnya menggunakan bubuk hitam sebagai propelan, sedangkan senjata api modern kini menggunakan bubuk nirasap, cordite, atau propelan lainnya. Kebanyakan senjata api modern menggunakan laras melingkar untuk memberikan efek putaran pada proyektil untuk menambah kestabilan lintasan.

Motivasi

Motivasi seseorang warga sipil untuk membeli, menyimpan, dan menggunakan senjata api berupa perlindungan diri, koleksi, olahraga, berburu,[1] rekreasi,[2] dan tekanan sosiokultural.[3] Keuntungan dari kepemilikan senjata api oleh warga sipil berupa pengurangan jumlah kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat[4][5][6] dan perlindungan warga sipil terhadap tirani pemerintah.[7]

Peraturan di Indonesia

Di Indonesia, agar seseorang dapat memiliki izin kepemilikan senjata api, ia harus minimal berusia 21 tahun, tidak memiliki riwayat pidana, lulus psikotes dan tes medis, serta harus mengisi formulir permohonan dari Mabes Polri dan menyertakan dokumen berupa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, SKCK, Rekomendasi Kapolda Setempat, Surat Permohonan bermaterai, foto berwarna 2x3 sebanyak 5 lembar, foto berwarna 3x4 sebanyak 5 lembar, dan foto berwarna 4x6 sebanyak 5 lembar.[8] Kepemilikan senjata api secara ilegal dapat dipidana dengan hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun menurut UU Darurat no. 12 tahun 1951.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Top 10 Reasons Why We Need Guns - secondamendmentcenter" (dalam bahasa American English). 2022-05-18. Diakses tanggal 2024-05-16.
  2. ↑ Nadeem, Reem (2023-08-16). "For Most U.S. Gun Owners, Protection Is the Main Reason They Own a Gun". Pew Research Center (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-05-16.
  3. ↑ Burnett, Dean (2015-10-06). "Gun demanding: the psychology of why people want firearms". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2024-05-16.
  4. ↑ "UPDATED: Mass Public Shootings keep occurring in Gun-Free Zones: 94% of attacks since 1950". Crime Prevention Research Center (dalam bahasa American English). 2018-06-15. Diakses tanggal 2024-05-16.
  5. ↑ Duke, Selwyn (2018-11-28). "Guns Save Lives — Armed Citizens Thwart Active Shooters 94 Percent of the Time". The New American (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-05-16.
  6. ↑ Duke, Selwyn (2019-07-03). "Student Active-shooter Deaths 9 Times as Likely With "Gun-free Zone" Status Quo". The New American (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-05-16.
  7. ↑ "How Does an Armed People Secure a Free State?". The Heritage Foundation (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-16.
  8. ↑ "Regulasi Kepemilikan Senjata Api bagi Warga Sipil Indonesia – DW – 05.05.2023". dw.com. Diakses tanggal 2024-05-16.
  9. ↑ WebAdm_LK2FHUI (2013-10-02). "Pembatasan Kepemilikan Senjata Api oleh Masyarakat Sipil dalam Perspektif Hukum dan Sanksi Pidana atas Penyalahgunaannya". LK2 FHUI. Diakses tanggal 2024-05-16.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Firearms.
Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan