Senin, 26 Oktober 2026
12:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Hulu ledak

Hulu ledak

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Hulu ledak" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
330px-B-61_bomb_%28DOE%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah bom nuklir B61 dalam keadaan terurai; hulu ledak nuklir adalah benda berbentuk peluru berwarna perak di tengah.

Hulu ledak (bahasa Inggris:warhead) adalah alat peledak yang umumnya dikirim ke target dengan menggunakan misil, roket atau torpedo. Hulu ledak terdiri dari bahan peledak dan detonator.

Jenis hulu ledak

Hulu ledak terbagi atas beberapa jenis:

  • Peledak: Sebuah bahan peledak yang digunakan untuk menghancurkan target dan mengakibatkan kerusakan di area sekitarnya.
  • Kimia: Mengandung senyawa kimia beracun seperti gas saraf bertujuan untuk melumpuhkan atau membunuh manusia.
  • Biologi: Mengandung agen biologi berbahaya seperti kuman Anthrax bertujuan untuk menginfeksi dan membunuh manusia.
  • Gabungan: Terdiri dari kombinasi di atas. Hulu ledak biologi atau kimia yang dilengkapi bahan peledak bertujuan untuk mempercepat penyebaran bahan-bahan berbahaya.

Jenis detonator

  • Kontak: Hulu ledak akan meledak ketika ada kontak fisik dengan target. Hulu ledak tertentu memiliki selang waktu tertentu sebelum meledak setelah kontak.
  • Jarak: Hulu ledak akan meledak pada jarak tertentu dengan target. Detonator jenis ini menentukan jarak dengan target menggunakan radar, gelombang suara, sensor magnetik atau laser.
  • Waktu: Hulu ledak akan meledak setelah interval waktu tertentu.
  • Ketinggian: Hulu ledak akan meledak pada ketinggian tertentu.
  • Gabungan: Terdiri dari kombinasi di atas.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan