Jumat, 16 Oktober 2026
11:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Semut (video)

Semut (video)

gambar statis televisi

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Semut" video – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2021)
250px-TV_noise.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalam saluran kosong atau ketiadaan siaran, penerima TV analog menampilkan pola semut acak. Pola yang sama muncul dalam saluran digital ketika kotak konverter DTV tidak digunakan.
Video: gambar burek pada layar televisi.

Semut atau burek atau jaguar, dalam video dan televisi analog, adalah pola titik acak statik yang muncul ketika tidak ada sinyal transmisi yang didapatkan penerima antena televisi dan perangkat tampilan lainnya. Pola acak yang terlihat pada layar, berupa sekelumit "titik" atau "salju" acak, adalah hasil dari derau elektronik dan derau radiasi elektromagnetik yang tak sengaja tertangkap oleh antena. Efek ini lebih sering ditemukan pada set TV analog atau pita VHS kosong.

Banyak sumber derau (noise) elektromagnetik yang menghasilkan pola tampilan statik seperti ini. Derau atmosfer adalah sumber yang paling dominan. Derau atmosfer mencakup sinyal-sinyal elektromagnetik yang tercipta akibat radiasi latar belakang gelombang mikro kosmik,[1] atau derau gelombang radio lokal dari perangkat elektronik lain di dekatnya.[2]

Perangkat tampilan itu sendiri juga merupakan sumber derau karena adanya produksi derau termal oleh elektronika di dalamnya. Kebanyakan derau ini berasal dari transistor pertama yang terhubung dengan antena.[2]

Karena sirkuit elektronik set televisi digital berfungsi secara algoritmik serta layarnya memiliki kuantisasi inheren, "salju" yang terlihat di TV digital tidak terlalu acak.[3]

Setelah siaran berakhir, penonton di Britania Raya biasa melihat "salju" berlatar hitam ketimbang "semut" berlatar putih. Ini adalah hal yang sangat teknis karena penerima 405-line yang usang di Britania menggunakan modulasi video positif, berbeda dengan modulasi video negatif yang digunakan di Kanada, Amerika Serikat, dan Britania Raya modern.

Sebagian besar televisi modern secara otomatis beralih dari layar statik ke layar biru atau terjaga (standby) setelah beberapa saat. Karena penonton melihat "salju" ini sebagai pergerakan semut hitam di latar putih, fenomena ini dikenal dengan sebutan myrornas krig di Swedia, myrekrig di Denmark, hangyák háborúja di Hungaria, dan semut bertengkar di Indonesia, yang semuanya berarti "pertengkaran semut" atau kadang-kadang hangyafoci yang berarti "sepak bola semut". Layar statik ini disebut purici di Rumania yang artinya "kutu".[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Background on the Background Explorer and the Science of John Mather". NASA.
  2. 1 2 "Antenna basics". HDTV Primer.
  3. ↑ "Fast answers to puzzling questions". WonderQuest.
  4. ↑ Munck, Anders (September 23, 2007). "Tv-brus bra för barn med ADHD". Svenska Dagbladet. Diakses tanggal 2007-07-31.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) (Swedia)

Templat:Derau

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan