Minggu, 11 Oktober 2026
00:43 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Semut banteng

Semut banteng

genus serangga

Bagikan:
Semut banteng
250px-Bullant_apr07.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ratu semut banteng di Swifts Creek, Victoria
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Formicidae
Subfamili: Myrmeciinae
Tribus: Myrmeciini
Emery, 1877
Genus: Myrmecia
Fabricius, 1804[1]
Spesies tipe
Formica gulosa, sekarang Myrmecia gulosa
Diversitas[2][3]
c. 93 spesies
Peta Australia yang menunjukkan jangkauan Myrmecia sp.
Kemunculan yang dilaporkan ke Atlas of Living Australia per Mei 2015
Sinonim

Halmamyrmecia Wheeler, 1922
Pristomyrmecia Emery, 1911
Promyrmecia Emery, 1911

Artikel takson sembarang

Semut banteng atau Myrmecia (secara umum juga dikenal sebagai semut bulldog atau semut jack jumper) adalah sebuah genus semut yang pertamakali didirikan pada 1804 oleh zoolog Denmark Johan Christian Fabricius. Genus ini merupakan anggota pada subfamili Myrmeciinae dalam famili Formicidae. Myrmecia adalah sebuah genus semut yang besar, yang mencakup setidaknya sekitar 93 spesies yang dapat ditemukan diseluruh Australia dan pulau-pulau pesisirnya, dengan satu spesies yang diketahui dari Kaledonia Baru. Satu spesies sudah dikenalkan keluar dari distribusi alaminya dan ditemukan di Selandia Baru pada 1940. Namun keberadaan semut banteng disana terakhir terlihat pada 1981. Mereka dicirikan dengan perilakunya yang sangat agresif dan ganas, beserta dengan sengatannya yang menyakitkan.Beberapa spesies diketahui memiliki perilaku meloncat saat merasa terganggu.

Spesies dari genus ini juga dicirikan dengan mandibulanya yang panjang, beserta dengan mata majemuk besar yang memberi penglihatan yang baik. Mereka memilki beragam bentuk dan ukuran, mulai dari 8 hingga 40 milimeter (0,31 hingga 1,57 in). Meski semut pekerja dan ratu sulit dibedakan karena wujudnya yang mirip, semut jantan dapat dibedakan dengan mudah karena memiliki mandibula yang lebih kecil. Hampir semua spesies semut banteng monomorfik, dengan sedikit variasi antara pekerja suatu spesies. Beberapa ratu merupakan seekor ergatoid dan tidak memiliki sayap, sementara beberapa memiliki sayap kecil atau sempurna. Sarang mereka biasanya ditemukan di tanah, tetapi juga dapat ditemukan di kayu busuk dan dibawah batu. Satu spesies hanya bersarang di pohon.

Ratu semut banteng akan kawin dengan satu atau lebih jantan, dan selama pendirian koloni, ia akan berburu untuk makanan hingga keturunan-keturunannya sudah berkembang sempurna. Siklus hidup semut dari telur hingga dewasa membutuhkan waktu beberapa bulan. Semut banteng pekerja memiliki rentang hidup rata-rata yang lebih lama daripada semut-semut lainnya, dan pekerja juga dapat kawin dengan semut jantan lainnya. Myrmecia adalah salah satu kelompok semut yang paling primitif di Bumi, memiliki perilaku yang berbeda dari semut lainnya. Pekerja merupakan semut pemburu soliter dan tidak menuntun pekerja lainnya untuk mencari makanan. Semut dewasa merupakan seekor omnivor yang memakan zat-zat manis, tetapi larvanya merupakan sebuah karnivor yang memakan mangsa yang ditangkap. Sangat sedikit predator memakan semut-semut ini karena sengatannya, tetapi larvanya biasanya dimakan oleh ular buta dan ekhidna, dan beberapa parasit yang menginfeksi baik dewasa dan muda. Beberapa spesies juga merupakan polinator yang efektif.

Sengatan dari semut ini sangat kuat, dan bisanya menjadi salah satu yang paling beracun di antara seluruh serangga. di Tasmania, 3% dari populasi manusianya memiliki alergi terhada bisa M. pilosula dan dapat terkena reaksi anafilaksis yang mematikan bila tersengat.

Referensi

  1. ↑ Johnson, Norman F. (19 Desember 2007). "Myrmecia Fabricius". Hymenoptera Name Server version 1.5. Columbus, Ohio, AS: Ohio State University. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Februari 2018. Diakses tanggal 1 April 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Bolton, B. (2014). "Myrmecia". AntCat. Diakses tanggal {{{accessdate}}}. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  3. ↑
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan