Sabtu, 24 Oktober 2026
03:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Mata majemuk

Mata majemuk

organ penglihatan pada artropoda

Bagikan:
250px-Krilleyekils.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mata majemuk udang geragau, dilihat dengan mikroskop elektron

Mata majemuk pada artropoda terdiri dari ribuan omatidia, yaitu reseptor penglihatan yang terpisah.[1] Seluruh pandangan yang didapati merupakan gabungan masukan dari omatidia yang terletak di permukaan konveks, yang tertuju ke arah yang berbeda-beda.

Dibandingkan dengan mata biasa, mata majemuk dapat menangkap gambar dalam sudut yang sangat lebar, dan dapat mendeteksi gerakan cepat, dan dalam beberapa kasus dapat melihat polarisasi cahaya.[2] Karena lensa individual sangat kecil, efek difraksi membatasi resolusi yang didapat. Hal ini dapat di atasi dengan meningkatkan jumlah dan ukuran lensa.

Mata majemuk dapat digolongkan menjadi dua grup: mata oposisi, yang membentuk beberapa gambar terbalik, dan mata superposisi, yang membentuk bayangan tegak tunggal.[3] Mata majemuk umumnya terdapat pada artropoda, dan juga terdapat pada anelida dan beberapa moluska bivalvia.[4]

Mata majemuk pada artropoda dapat tumbuh dengan penambahan omatidia baru.[5]

Galeri

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Zubaidah, Siti (2017). ILMU PENGETAHUAN ALAM VIII Semester 2 (PDF). Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 210, 211. ISBN 978-602-1530-65-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-05-16.
  2. ↑ Völkel, R; Eisner, M; Weible, K. J (Juni 2003). "Miniaturized imaging systems" (PDF). Microelectronic Engineering. 67–68 (1): 461–472. doi:10.1016/S0167-9317(03)00102-3. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-10-01. Diakses tanggal 2012-10-12.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Gaten, Edward (1998). "Optics and phylogeny: is there an insight? The evolution of superposition eyes in the Decapoda (Crustacea)". Contributions to Zoology. 67 (4): 223–236. Diakses tanggal 2012-10-12.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. ↑ Ritchie, Alexander (1985). "Ainiktozoon loganense Scourfield, a protochordate? from the Silurian of Scotland". Alcheringa. 9 (2): 137. doi:10.1080/03115518508618961.
  5. ↑ Mayer, G. (2006). "Structure and development of onychophoran eyes: What is the ancestral visual organ in arthropods?". Arthropod Structure and Development. 35 (4): 231–245. doi:10.1016/j.asd.2006.06.003. PMID 18089073.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan