Sabtu, 24 Oktober 2026
08:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sel T pembunuh

Sel T pembunuh

Bagikan:
330px-Antigen_presentation.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Presentasi antigen menstimulasi sel T untuk menjadi sel CD8+ “sitotoksik” atau sel T pembantu.

Sel T CD8+ atau sel T sitotoksik (bahasa Inggris:T-Killer cell, cytolytic T cell, CD8+ T cell, TC, CTL) adalah limfosit yang mempunyai kapasitas untuk menginduksi kerusakan pada sel yang terinfeksi atau sel tumor. Sel T CD8+ dilengkapi dengan reseptor sel T (TCR) yang mengenali antigen peptida pada molekul MHC kelas I.[1]

Bila menjumpai sel yang terinfeksi atau sel somatik disfungsional, sel T sitotoksik melepaskan protein perforin, granzim, dan granulisin. Melalui aksi perforin, granzim memasuki sitoplasma sel target dan fungsi protease serin mereka memicu kaskade kaspase, yang merupakan rangkaian dari protease sistein yang akhirnya menyebabkan apoptosis (kematian sel terprogram).[2]

Referensi

  1. ↑ (Inggris) "Immune System - T Cells". National Institute of Allergy and and Infectious Diseases. Diakses tanggal 2010-06-05.
  2. ↑ Andersen MH, Schrama D, Thor Straten P, Becker JC (2006). "Cytotoxic T cells". J Invest Dermatol. 126 (1): 32–41. PMID 16417215.
Ikon rintisan

Artikel bertopik imunologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Sel darah mieloid dan plasma
Hematopoiesis
Mielopoiesis
(CFU-GEMM)
CFU-GM
MEP
Umum
Jaringan mieloid
Granulosit
Monosit
Makrofag
Lainnya
Trombosit
Sel darah merah
Respons imun
Lainnya
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan