
Sejarah Venezuela meiliputi peradaban manusia di Venezuela barat, peradaban Andes yang kompleks di Venezuela barat dari suku Timoto-Cuica telah berkembang sebelum kontak dengan Eropa. Kemudian wilayah Amerika yang dijajah Spanyol mulai tahun 1502; di tengah perlawanan dari masyarakat adat, yang dipimpin oleh kepala suku pribumi, seperti Guaicaipuro dan Tamanaco. Setelah penaklukan Portugis dan Spanyol di Amerika, tidak ada peristiwa signifikan antara tahun 1515 dan 1528. Peristiwa terbesar yang terjadi setelah tahun 1528 adalah Kolonisasi Venezuela oleh Jerman. Peristiwa ini terjadi karena kesepakatan bisnis antara Charles V dan keluarga perbankan Augsburg. Charles V memberikan sebagian besar wilayah Provinsi Venezuela kepada keluarga Augsburg, yang setelah konsesi disebut oleh orang Jerman sebagai "Klein-Venedig" yang berarti "Venesia Kecil".[1]
Provinsi Venezuela dimasukkan ke dalam Kewizuraian Granada Baru pada tahun 1717 dan menjadi Kapten Jenderal Venezuela pada tahun 1777. Pada tahun 1811, Venezuela menjadi salah satu koloni Amerika Spanyol pertama yang menyatakan kemerdekaan dengan mendirikan Konfederasi Amerika Venezuela, namun baru benar-benar terwujud pada tahun 1821, ketika Venezuela menjadi departemen dari republik federal Kolombia Raya. Venezuela memperoleh kemerdekaan penuh sebagai negara terpisah pada tahun 1830. Selama abad ke-19, Venezuela mengalami gejolak politik dan otokrasi, tetap didominasi oleh caudillo regional (tokoh militer yang kuat) hingga pertengahan abad ke-20.[2]
Sejak 1958, Venezuela telah memiliki serangkaian pemerintahan demokratis. Namun, guncangan ekonomi pada tahun 1980-an menyebabkan beberapa krisis politik, termasuk kerusuhan Caracazo yang mematikan pada tahun 1989, dua upaya kudeta pada tahun 1992, dan pemakzulan Presiden Carlos Andrés Pérez pada tahun 1993. Keruntuhan kepercayaan pada partai-partai yang ada menyebabkan terpilihnya Hugo Chávez, mantan perwira karier yang terlibat dalam kudeta, pada tahun 1998 dan diluncurkannya Revolusi Bolivarian, yang dimulai dengan Majelis Konstituen pada tahun 1999 untuk menulis Konstitusi baru Venezuela. Konstitusi baru ini secara resmi mengubah nama negara menjadi República Bolivariana de Venezuela (Republik Bolivarian Venezuela). Pada saat yang sama, pemerintahan baru Venezuela memulai beberapa perubahan dalam perekonomian internal negara, yang mengakibatkan krisis sosial ekonomi yang dimulai selama pemerintahan Chávez dan Nicolás Maduro. Krisis ini ditandai dengan hiperinflasi, meningkatnya kelaparan, penyakit, kejahatan, dan angka kematian, yang menyebabkan emigrasi besar-besaran dari negara tersebut bahkan Intervensi Amerika Serikat di Venezuela 2026.
Referensi
- ↑ Moore, Alexander (2000-02). Nairne, Thomas (?–18 April 1715), South Carolina political leader and explorer of the colonial Southeast. American National Biography Online. Oxford University Press.
{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ Baten, Joerg; International Economic History Association, ed. (2022). A history of the global economy: from 1500 to the present. Cambridge, United Kingdom ; New York, NY: Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-10470-9.
- Neuhouser, Kevin. "Democratic stability in Venezuela: Elite consensus or class compromise?" American Sociological Review (1992): 117–135. online]
- Racine, Karen. "Simón Bolívar and friends: Recent biographies of independence figures in Colombia and Venezuela" History Compass 18#3 (Feb 2020)
Sejarah Amerika Selatan menurut negara | |
|---|---|
| Negara berdaulat | |
| Dependensi dan wilayah lain | |
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |