Sabtu, 24 Oktober 2026
04:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Sejarah Swiss

aspek sejarah

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (April 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|History of Switzerland}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Sejak 1848 Konfederasi Swiss merupakan republik federal dengan kanton yang relatif otonom, beberapa di antaranya memiliki sejarah federasi yang berasal lebih dari 700 tahun, menempatkan mereka di antara republik tertua dunia yang masih bertahan.

Sejarah awal wilayah ini terikat dengan budaya Alpen. Swiss dihuni oleh suku Helvetii, dan berada di bawah pemerintahan Romawi pada abad ke-1 SM. Budaya Gallo-Romawi bersatu dengan pengaruh Jermanik selama Antikuitas Akhir, dengan bagian timur Swiss menjadi teritori Alemannik. Area Swiss digabungkan ke dalam Kekaisaran Franka pada abad ke-6. Pada Abad Pertengahan Tinggi, bagian timur menjadi bagian dari Kadipaten Swabia di dalam Kekaisaran Romawi Suci, sementara bagian barat adalah bagian dari Burgundy.

Konfederasi Swiss Lama pada Abad Pertengahan Akhir (Delapan Kanton) menyatakan kemerdekaan dari Wangsa Habsburg dan Kadipaten Burgundy, dan dalam Perang Italia memperoleh teritori di selatan Alpen dari Kadipaten Milan. Reformasi Swiss membagi Konfederasi dan mengakibatkan konflik internal yang berlarut-larut di antara Tiga Belas Kanton pada periode Modern Awal. Setelah Revolusi Prancis, Swiss jatuh ke tangan invasi oleh Prancis pada 1798 dan berubah menjadi Republik Helvetic, negara klien Prancis. Undang-Undang Mediasi oleh Napoleon pada 1803 mengembalikan status Swiss sebagai Konfederasi, dan setelah berakhirnya periode Napoleonic, Konfederasi Swiss mengalami periode kekacauan berpuncak pada perang saudara singkat pada 1847 dan pembentukan konsitusi federal pada 1848.

Sejarah Swiss sejak 1848 sebagian besar merupakan kesuksesan dan kemakmuran. Industrialisasi mengubah ekonomi pertanian tradisional, dan kenetralan Swiss selama Perang Dunia dan kesuksesan industri perbankan menaikkan status Swiss sebagai salah satu ekonomi paling stabil di dunia.

Swiss menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Masyarakat Ekonomi Eropa pada 1972 dan berpartisipasi dalam proses integrasi Eropa dengan cara perjanjian bilateral, namun negara ini menolak aksesi penuh Uni Eropa (EU) meskipun teritorinya hampir sepenuhnya (kecuali negara kecil Liechtenstein) dikelilingi oleh negara anggota Uni Eropa sejak 1995. Pada 2002, Swiss bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai History of Switzerland.
Sejarah Eropa menurut negara
Negara
berdaulat
Eropa Utara
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Eropa Selatan
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Asia, tergantung definisi perbatasan. 2 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan