Senin, 12 Oktober 2026
21:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Segitiga merah muda

Segitiga merah muda

Bagikan:
Segitiga merah muda dalam orientasi asli Nazi
Simbol LGBT
      
Bendera
Simbol lainnya

Segitiga merah muda adalah simbol bagi komunitas LGBTQ+. Awalnya dimaksudkan sebagai tanda penghinaan, simbol ini kemudian diadopsi kembali sebagai simbol positif untuk identitas diri. Simbol ini berasal dari Jerman Nazi pada tahun 1930-an dan 1940-an sebagai salah satu lencana kamp konsentrasi Nazi, yang digunakan untuk membedakan tahanan yang diidentifikasi oleh otoritas sebagai pria gay.[1][2] Pada tahun 1970-an, simbol ini dihidupkan kembali sebagai simbol protes terhadap homofobia, dan sejak itu diadopsi oleh komunitas LGBT yang lebih luas sebagai simbol populer kebanggaan LGBTQ+ serta gerakan LGBTQ+ dan gerakan pembebasan queer.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Plant, Richard (1988). The Pink Triangle: The Nazi War against Homosexuals (Edisi revised). H. Holt. hlm. 175. ISBN 978-0-8050-0600-1.
  2. ↑ Sattler, Michael. "History, the symbol". thepinktriangle.com. Diakses tanggal 2025-04-06.
  3. ↑ Shankar, Louis (April 19, 2017). "How the Pink Triangle Became a Symbol of Queer Resistance". HISKIND. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 22, 2018. Diakses tanggal Agustus 22, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Waxman, Olivia B. (Mei 31, 2018). "How the Nazi Regime's Pink Triangle Symbol Was Repurposed for LGBTQ Pride". TIME (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Oktober 2022. Diakses tanggal Agustus 22, 2018.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan tambahan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pink triangle (concentration camp badge).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan