Sabtu, 10 Oktober 2026
21:23 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Segalanya

semua hal yang ada

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Segalanya (disambiguasi).

Segalanya (atau semua hal) adalah semua hal yang ada (eksis), kebalikan dari ketiadaan atau bahkan pelengkapnya. Totalitas semua hal bersifat relevan terhadap sejumlah materi subjek. Tanpa batasan, istilah ini dapat mengacu pada semuanya. Alam semesta sering diartikan sebagai segalanya yang ada. Istilah ini dapat merujuk pada pandangan dunia yang antroposentris[1] atau kumpulan pengalaman manusia, sejarah, dan kondisi manusia pada umumnya.[2]

Teori segalanya

Artikel utama: Teori segalanya

Dalam fisika teori, teori segalanya (TOE) adalah teori yang dapat menjelaskan dan menyatukan semua interaksi dasar alam dalam satu model tunggal. Awalnya, istilah ini dipakai untuk menyebut teori-teori yang terlalu digeneralisasi. Istilah ini kemudian menjadi cara yang umum untuk menyebut "cawan suci"-nya fisika. Teori segalanya dalam filsafat akan bertanya: "Mengapa kenyataan dapat dipahami?" "Mengapa hukum alam seperti itu?" "Mengapa ada segalanya?" Ide tentang segalanya adalah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang hilang, alasan untuk berpikir, dan pemikiran bahwa semua adalah semua, sebagaimana segalanya adalah segalanya.

Referensi

  1. ↑ "everything". Merriam-Webster Online Dictionary. Diakses tanggal 2008-06-17.
  2. ↑ "This is the excellent foppery of the world..."—Shakespeare, King Lear,

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan